Halmahera Timur, bimasislam — Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Aris Darmansyah menyebut bahwa pihaknya akan terus memantau program Kampung Zakat yang diluncurkan oleh Kementerian Agama bersama dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Pemantauan ini menjadi penting, agar proyek yang bertujuan memberdayakan masyarakat di berbagai bidang itu dapat berjalan sesuai dengan harapan. “Program ini tidak boleh berhenti hanya sekadar memberi bantuan, setelah itu lepas begitu saja,” ujar Aris saat peluncuran Kampung Zakat Desa Talaga Jaya, Halmahera Timur, Maluku Utara, Ahad (22/7).
Dikatakan Aris, Kampung Zakat merupakan bagian dari proyek nawacita pemerintah, terutama untuk membangun Indonesia dari daerah pinggiran. “Dari aspek ekonomi program ini harus menjadi solusi untuk pengentasan kemiskinan, sementara dari aspek pendidikan juga perlu diberikan beasiswa kepada warga sehingga generasi penerus dapat berkuliah di perguruan tinggi untuk mengabdi dan membangun desanya masing-masing,” ujar Aris.
Untuk itu, Aris menambahkan, lembaga-lembaga amil zakat akan terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan BAZNAS dan Kementerian Agama untuk memantau perkembangan pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah yang menjadi percontohan proyek Kampung Zakat.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Forum Zakat (FoZ), Nana Sudiana menyebut bahwa program Kampung Zakat merupakan bukti kongkrit bahwa lembaga-lembaga amil zakat turut berperan agar daerah-daerah tertinggal dapat berkembang melalui program perzakatan.
“Sebagai sebuah proses, tentu program ini membutuhkan waktu. Tidak bisa hari ini dilaunching, tiba-tiba ada perubahan,” ujarnya.
Oleh karena itu, dikatakan Nana, perlu sinergi antar elemen agar proyek kampung zakat dapat berjalan sesuai dengan harapan. “Meski sederhana, kampung zakat ini merupakan spirit bersama, sehingga keberhasilannya merupakan keberhasilan semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat Wakaf Ditjen Bimas Islam, Andi Yasri, mengatakan bahwa program Kampung Zakat merupakan salah satu program prioritas Bimas Islam. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari program nawacita pemerintah terutama peningkatan kualitas umat beragama dan peningkatan pemberdayaan umat.
“Kita akan buktikan bahwa pengumpulan zakat dari masyarakat, akan kembali pula ke masyarakat!,” tegas Andi.
Program kampung zakat merupakan komitmen bersama antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat dimana setiap instansi berperan dalam pembangunan masyarakat di kampung tersebut di bidang pendidikan, agama, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya. Desa-desa yang menjadi proyek percontohan program Kampung Zakat berlokasi di tujuh provinsi yaitu NTB, NTT, Maluku Utara, Papua Barat, Kalimantan Barat, Banten, dan Bengkulu.
Penulis: sigit
Editor: sigit
Foto: bimas islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



