Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin secara resmi membuka Seleksi Calon Imam Luar Negeri Tahap II. Seleksi dilakukan di Golden Boutique, Jakarta, selama 3 hari dari Rabu (3/3) sampai Jumat (5/3).
Dalam sambutannya, Dirjen Kamaruddin Amin menyatakan, sebanyak 100 peserta pada tahap kedua ini merupakan kualitas terbaik.
"Tidak mudah mencari imam yang hafal 30 juz Al-Qur'an, qari, menguasai Bahasa Arab dan bisa membaca kitab turats. Kita berharap semuanya lulus karena ini menjadi preseden yang sangat baik," ungkap Kamaruddin.
Dirjen juga mengatakan, para imam yang terpilih dan akan ditugaskan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab merupakan duta bangsa sehingga bisa menaikkan reputasi Indonesia di mata internasional.
"Bapak-bapak akan menjadi duta Indonesia yang sangat penting untuk menciptakan reputasi Indonesia dalam pandangan Uni Emirat Arab. Ini negara kecil, tapi kaya dan sangat berorientasi internasional. Jika bapak terpilih menjadi imam, khatib, mubaligh, artinya bapak sedang berceramah ke seluruh dunia karena jamaah di Uni Emirat Arab berasal dari banyak negara," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Juraidi menjelaskan, seleksi diikuti 100 peserta yang sudah lulus dari seleksi tahap pertama. Pada tahap pertama, seleksi terdiri dari dua kali seleksi. Penguji pada tahap pertama merupakan pakar Al-Qur'an dari unsur Kemenag. Sedangkan penguji pada tahap kedua langsung didatangkan dari Uni Emirat Arab.
Seleksi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota UEA Syeikh Zayed pada Januari 2020 lalu. Secara khusus, Syeikh Zayed meminta 200 imam masjid dari Indonesa dalam kurun waktu 3 tahun.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



