Jakarta, Bimas Islam --- Menteri BUMN masa jabatan 2004-2007, Sugiharto menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (15/7) di RS Pusat Pertamina Jakarta. Selain pernah menjabat sebagai Menteri BUMN, Sugiharto juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Sekretaris Dewan Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya Sugiharto ke rahmatullah. Ia menyebut, sosok almarhum mempunyai jasa dalam menggerakkan program BUMN Peduli sewaktu terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh pada Desember 2004 silam.
"Dalam melaksanakan Program BUMN Peduli di Aceh, Kementerian BUMN menjalin kerjasama salah satunya dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Saya waktu itu sebagai pengurus BAZNAS dan ikut mengawal pergerakan BAZNAS dari sisi kelembagaan. BAZNAS proaktif melakukan kerjasama dengan BUMN dalam beberapa program sosial tertentu. Saya menyaksikan kerjasama antara pimpinan BAZNAS dengan Sugiharto dan jajaran kementeriannya sangat baik." kenang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Jumat (16/7).
Di masa jabatannya sebagai Menteri BUMN, Sugiharto mengeluarkan kebijakan untuk menyisihkan 4% dari keuntungan bersih *BUMN dialokasikan sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam program kemitraan dan program bina lingkungan.
"Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 2015 - 2016, setelah beliau tidak menjabat menteri, saya bertemu dengan Pak Sugiharto dalam rapat-rapat Tim Pokja ICMI untuk pendirian Bank Wakaf. Pak Sugiharto selaku Ketua Presidium Pengurus ICMI Pusat beberapa kali hadir dalam rapat mingguan Jumat sore yang diadakan di kampus UAI (Universitas Al-Azhar Indonesia) Kebayoran Baru Jakarta. Pak Sugiharto memimpin rapat dengan tenang dan santun, mendengarkan dan menghargai pikiran setiap orang serta menanggapi seperlunya. Gagasan pendirian bank wakaf kemudian disederhanakan menjadi bank wakaf ventura, namun masih berupa konsep." terang Fuad.
Menurut Fuad, Sugiharto seorang tokoh muslim yang berkomitmen dengan upaya peningkatan kualitas umat Islam melalui pendidikan dan ekonomi serta peduli dengan kemandirian bangsa. Di kalangan sahabat dan para koleganya Sugiharto dikenal sebagai aktivis, profesional dan mantan pejabat yang baik.
"Pak Sugiharto telah pergi untuk selamanya sebelum gagasan pendirian bank wakaf yang direncanakan bersama kawan-kawannya terwujud. Begitu pula beberapa proyek amal yang dirintisnya. Semoga Allah SWT mengampuni dan memberi tempat yang layak di akhirat bagi almarhum Pak Sugiharto," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



