Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada hari Jumat, 1 Juli 2022 di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Tjahjo Kumolo sebelumnya pernah menjabat Menteri Dalam Negeri, Anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP, serta Ketua Umum DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) di masa Orde Baru. Ia adalah aktivis pemuda, politisi dan penyelenggara negara yang matang.
Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kemenag M. Fuad Nasar menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Menpan RB Tjahjo Kumolo.
“Ajal seseorang tidak ada yang tahu. Semoga amal ibadah dan kebaikan almarhum Pak Tjahjo Kumolo diterima Allah, diampuni dosanya dan kekhilafan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kita semua apapun jabatan adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya dengan membawa iman dan amal saleh,” kata Sesditjen di Jakarta, Jumat (01/07).
Sesditjen mengenang pertama kali bertemu almarhum Tjahjo Kumolo di ruang transit tamu VIP saat launching Wakaf Uang ASN Kemenag pada 28 Desember 2020. Waktu itu, di ruang transit hadir Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) M.Nuh, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor.
Ketika itu, Sesditjen menceritakan, almarhum membicarakan tentang rendahnya standar hak pensiun yang diterima pegawai negeri dan pejabat negara setiap bulannya.
“Beliau ingin sekali memperbaiki standar pensiun yang layak. Semoga ide baik tersebut ada yang melanjutkannya agar terealisasi dan menjadi amal baik almarhum. Sedekah seorang pejabat antara lain kebijakannya yang baik dan memberi manfaat kepada banyak orang,” ujarnya.
Selain itu, Sesditjen menuturkan, Menpan RB Tjahjo Kumolo memuji gerakan wakaf uang oleh ASN Kemenag. Dalam sambutannya yang dihadiri secara virtual oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu, almarhum mengatakan, gerakan wakaf yang dilakukan ASN Kemenag mengimplementasikan nilai dasar seorang ASN.
“Nilai dasar tersebut antara lain pengabdian kepada negara dan etika yang luhur yang salah satunya dapat diwujudkan melalui wakaf,” kenang Sesditjen mengutip sambutan Tjahjo Kumolo Desember 2020 lalu.
Sesditjen mengapresiasi dukungan Menpan RB terhadap upaya Kemenag dan BWI dalam mengedukasi masyarakat dan ASN soal wakaf. “Sehingga terjadi peningkatan jumlah partisipasi umat beragama dalam berwakaf, peningkatan pengelolaan aset wakaf, dan peningkatan wakaf produktif,” ujar Sesditjen mengutip pidato Tjahjo Kumolo.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



