Rejang Lebong, Bimas Islam --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Nopian Gustari mengatakan, penyuluh agama penting memahami moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama merupakan upaya menghindari permusuhan.
"Penyuluh agama yang memiliki jiwa moderasi beragama adalah mereka mampu melihat perbedaan dalam keyakinan yang ada sebagai bentuk keanekaragaman," kata Nopian saat membuka Pembekalan Moderasi Beragama bagi 60 Penyuluh Agama Islam di Rejang Lebong, Selasa (9/10).
Nopian menjelaskan, pembekalan moderasi beragama yang diikuti sebanyak 60 orang penyuluh agama Islam merupakan upaya memperkuat pemahaman para penyuluh agama tentang moderasi beragama.
“Penyuluh agama merupakan orang yang terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi. Karenanya, pembekalan ini penting agar para penyuluh agama semakin kuat dalam memahami moderasi beragama,” tuturnya.
Nopian menambahkan, penyuluh agama yang memiliki pemahaman moderasi beragama diharapkan tidak memiliki jiwa yang radikal. Penyuluh agama, kata dia, dapat memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.
“Dengan adanya pembekalan moderasi beragama kepada penyuluh agama akan meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan dan tidak berpikir ekstrem atau radikal. Mereka diharapkan menjadi orang yang menerima perbedaan itu sebagai bentuk kebesaran dalam hidup bermasyarakat,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



