Bitung, Bimas Islam -- Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara Sarbin Sehe didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Basri Sarbin berpesan agar para tokoh agama memiliki cara pandang, pola pikir, dan perilaku yang moderat di tengah kehidupan masyarakat Kota Bitung dan Sulut yang majemuk.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak meragukan konsep Moderasi Beragama. Ia menegaskan, Moderasi Beragama bukan ideologi impor, tetapi murni lahir dari rahim ibu pertiwi.
"Jangan pernah meragukan praktik Moderasi Beragama di ibu pertiwi kita tercinta,” jelasnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Nalendra, Kota Bitung, Senin (13/3/2023).
"Sesungguhnya sikap saling menghormati dan menerima perbedaan, saling mengasihi dan menolong sudah lama hidup secara turun-temurun dalam masyarakat kita yang bersumber dari kearifan lokal dan nilai-nilai agama," terangnya.
Seperti diketahui, Moderasi Beragama merupakan program prioritas yang digalakkan pemerintah. Moderasi beragama merupakan cara pandang beragama yang moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem.
Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, dianggap sebagai problem yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini.
Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama ini dihadiri 50 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan penyuluh non-PNS Kota Bitung.
Ba/Mr



