Padang, Bimas Islam -- Kepala Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi berbagi resep jitu mempertahankan rumah tangga. Menurutnya, terdapat empat kiat yang harus dilakukan untuk mempertahankan keluarga, yaitu masing-masing menyadari bahwa mereka berpasangan sehingga saling menjaga, memahami dan menghargai, memegang teguh janji yang kokoh sewaktu menikah (menjaga komitmen bersama), menggauli istri ataupun suami dengan baik sesuai syariat agama, dan musyawarah mufakat.
Menurutnya, jika dijalankan, keluarga sakinnah, mawaddah, warahmah akan terwujud. Hal itu disampaikannya dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (Catin) se-Kota Padang di Masjid Ikhlas, Komplek Pilakuik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (15/2/2023).
“Jika rahasia ini telah dikuasai dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh pasangan suami istri dan anggota keluarga, maka kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan dalam membina rumah tangga akan terwujud,” sambungnya.
Edy mengatakan, rahasia kebahagiaan pernikahan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Menurutnya, kiat-kiat, resep, tata cara, dan sisi kebaikan serta keunggulan (pernikahan) perlu dibagi kepada khalayak ramai, termasuk dalam Bimwin.
“Kegiatan (Bimwin) ini merupakan wadah bagi catin untuk belajar rahasia nikah, bukan nikah rahasia," selorohnya.
Kegiatan Bimwin bagi Edy merupakan wadah pembekalan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan penumbuhan kesadaran kepada catin tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga. Giat ini juga sebagai respon atas kondisi terkini maraknya kasus perceraian, baik cerai gugat maupun talak, yang mencapai sepuluh persen dari peristiwa pernikahan tiap tahunnya.
"Jika kita lihat di Indonesia, angka perceraian rata-rata, secara nasional, lebih kurang dua ratus ribuan pasang pertahun atau sekitar sepuluh persen dari peristiwa pernikahan yang terjadi setiap tahunnya. Untuk itu, Bimwin hadir sebagai salah satu solusi dan kebutuhan bagi masyarakat untuk mengatasi atau mengurangi terjadinya krisis perkawinan yang berakhir pada perceraian," jelasnya.
Edy juga menyadari banyaknya tantangan rumah tangga belakangan ini. Menurutnya, persoalan ekonomi atau keuangan, pola komunikasi, manajemen waktu, tata kelola pekerjaan rumah tangga, dan penanganan konflik merupakan aspek yang bisa merongrong rumah tangga. Namun jika terkelola dengan baik, kendala apapun, termasuk rumah tangga, pasti bisa terselesaikan.
“Tantangan (rumah tangga) itu adalah aspek ekonomi atau keuangan, pola komunikasi, manajemen waktu, kebiasaan, mengelola pekerjaan rumah tangga, mengatasi konflik. Semua itu merupakan aspek yang bisa merongrong rumah tangga. Jika terkelola dengan baik, masalah apa pun itu, pasti ada solusinya," ujarnya.
Dalam giat ini, Edy Oktafiandi didampingi Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Rinaldi Putra. Turut mendampingi pula Kepala KUA Kuranji Hamdani, yang juga menekan nota kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Puskesmas Kuranji, Puskesmas Belimbing, dan Puskesmas Pasar Ambacang tentang kontribusi kesehatan keluarga di Kecamatan Kuranji.
(Penulis: BA/MR)



