Kuningan, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawigebang, Iman Rohiman mengatakan, terpilihnya KUA Ciawigebang sebagai salah satu pilot project program KUA Percontohan Ekonomi Umat yang diinisiasi Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Ditjen Bimas Islam memberikan efek positif.
“Positifnya stigma masyarakat soal KUA berubah. Masyarakat teredukasi KUA tidak hanya sebagai tempat menikahkan tetapi juga memperhatikan ekonomi masyarakat,” katanya saat ditemui di KUA Ciawigebang, Selasa (28/12).
Iman mengatakan, bantuan ekonomi umat sangat membantu perekonomian masyarakat di Kecamatan Ciawigebang, khususnya bagi 10 keluarga penerima manfaat terdampak Covid-19.
“Hadirnya bantuan ekonomi umat memberikan semangat bagi 10 penerima untuk kembali melanjutkan usahanya yang sempat terkena dampak Covid-19,” ujarnya.
Selain itu, Iman bersyukur, program ini dapat menyelamatkan salah satu camilan khas Kuningan yang terancam punah karena harus menghentikan sementara produksi karena terdampak Covid-19.
“Alhamdulillah, usaha camilan wajik sirsak dan raragudig yang merupakan makanan khas Kuningan menjadi salah satu penerima manfaat, dan sekarang produksinya kembali berjalan dan omzetnya naik 40 persen,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



