Kuningan, Bimas Islam - - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Imam Mutawakkil meyakini program Bantuan Ekonomi Sejahtera untuk Pengantin (BESTI) bisa menekan angka perceraian. Imam mengatakan, salah satu penyebab utama perceraian adalah permasalahan ekonomi.
“Penguat ekonomi merupakan bagian dari pengokoh rumah tangga. Banyak perceraian terjadi karena faktor ekonomi. Oleh karena itu, KUA Ciawigebang harus berperan menekan angka perceraian,” kata Imam saat dihubungi bimasislam, Selasa (20/09).
Imam mengatakan, program BESTI lahir atas kekhawatiran terhadap pasangan muda yang belum mandiri secara ekonomi dalam menjalani mahligai pernikahan. Sehingga sangat rentan terhadap perceraian.
“Saya teringat pesan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Gus Adib bahwa KUA harus peka dan responsif terhadap kebutuhan layanan masyarakat,” ujarnya.
Karena pesan itu, lanjut Imam, KUA Ciawigebang bersama BAZNAS Kabupaten Kuningan, Kankemenag Kabupaten Kuningan, Kecamatan, UPZ Kecamatan, dan UPZ KUA Ciawigebang membentuk BESTI.
“Semoga program BESTI dapat berjalan dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar, sehingga masyarakat teredukasi bahwa KUA tidak hanya melayani soal pernikahan,” tuturnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



