Jakarta, Bimas Islam --- Kepala KUA Distrik Heram, Jayapura, Burhanuddin mengatakan, hubungan antarumat beragama di Jayapura sangat harmonis, kendati masyarakat muslim menjadi umat minoritas. Hubungan tersebut menjalar hingga saling menghormati ibadah pemeluk agama lain.
"Alhamdulillah sangat harmonis. Dalam pandangan saya pribadi, selama saya tinggal di Jayapura kurang lebih 10 tahun, hubungan antarumat beragama di wilayah saya sangat harmonis," ujar Burhanuddin dalam keterangannya kepada bimasislam di Jakarta, Kamis (10/6).
Hadirnya Burhanuddin di Jakarta dalam rangka mengikuti Bimtek Fasilitator Membangun Relasi Harmonis. Kegiatan yang dihadiri 120 peserta terdiri atas penghulu dan penyuluh itu digelar oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam selama empat hari sejak Selasa hingga Jumat, 8-11 Juni 2021, di Hotel Swiss-Belinn, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ketika berbincang santai dengan bimasislam seusai mengikuti salah satu materi kegiatan, Burhanuddin bercerita bahwa penduduk asli di Papua sangat ramah. Ia membuktikan melalui perbandingan jumlah pemeluk agama di Jayapura. Meski umat Islam menjadi minoritas, tetapi hubungan dengan umat lain terjalin harmonis.
"Di daerah saya, jumlah penduduk muslim itu kurang lebih 35 persen. Sisanya non muslim. Alhamdulillah keharmonisan kita tetap terjaga. Ketika ada perselisihan pun sebetulnya yang menjadi faktor utama bukan masalah agama," katanya.
Burhanuddin mengaku, yang paling ia khawatirkan justru bentrokan di wilayah lain. Sebab, menurutnya, hal tersebut bisa menjadi pemicu munculnya pihak ketiga yang merusak kedamaian. "Tapi saya bersyukur mulai dari Walikota, hingga kepala daerah bisa hidup rukun. Saya berdoa agar wilayah kami dijauhkan dari hal-hal yang bersifat anarkis," tuturnya.
Burhanuddin yakin hubungan antarumat beragama di Jayapura yang sudah terjalin kuat tidak akan mudah digoyahkan. "Saya optimis hubungan antarumat beragama kami akan tetap terjaga. Insyaallah kami bisa menjaga keharmonisan ini," ujarnya.
Ia berharap, dengan dipilihnya KUA Distrik Heram menjadi salah satu dari 100 yang masuk program Revitalisasi KUA akan meningkatkan layanan terhadap masyarakat, sehingga bisa ambil bagian dalam membangun harmonisasi kehidupan antarumat beragama.
"Program Revitalisasi KUA ini sangat penting sekali maknanya bagi kami di KUA Distrik Heram. Semoga ke depan semua pelayanan terhadap masyarakat menjadi semakin baik. Dengan pelayanan yang baik, kita berharap bisa turut serta tetap menjalin keharmonisan yang selama ini sudah terbentuk," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



