Lumajang, Bimas Islam -- Kepala KUA Lumajang, Abdul Wahib menegaskan, dalam membentuk keluarga yang _sakinah, mawaddah, wa rahmah_ (Samawa) tidak dicapai begitu saja. Menurutnya, ada upaya yang harus dilakukan, salah satunya memperbaiki niat.
"Supaya pernikahannya samawa dan berkah, maka harus diniati sebagai bentuk ibadah kepada Allah, sebab menikah itu adalah perintah Allah, jadi semuanya semata-mata karena Allah. Niat ini yang harus dikuatkan sejak awal," kata Wahib di Lumajang, Sabtu (19/11).
Wahib menambahkan, selain niat beribadah kepada Allah, sebelum menikah diupayakan pula berniat mengikuti tuntunan Rasulullah. Menurut Wahib, Rasulullah merupakan teladan terbaik bagi umat Islam, termasuk dalam urusan membina keluarga.
"Sebelum menikah, ada dua niat yang harus diperbaiki. Pertama, niat karena ingin ibadah kepada Allah, kedua, niat hendak mengikuti tuntunan Rasulullah. Dengan kedua niat itu, insyaallah keluarga menjadi samawa dan diliputi keberkahan," katanya.
Selain itu, imbuh dia, pasangan calon pengantin (catin) hendaknya mempersiapkan diri secara totalitas dengan mengikuti bimbingan perkawinan (Bimwin). Menurutnya, program yang dimotori Kemenag ini akan membantu pasangan catin dalam menjalani bahtera rumah tangga.
"Semakin kompleksnya urusan rumah tangga, maka persiapan harus totalitas. Kemenag punya program Bimwin yang memungkinkan pasangan catin menerima edukasi tentang persoalan keluarga, misalnya terkait manajemen keuangan hingga bagaimana cara mengelola konflik," kata Wahib.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



