Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pulogadung, Jakarta Timur, Fadlan Syafi'i mengungkapkan, ada dua faktor utama penyebab permasalahan dalam rumah tangga, yakni ego dan komunikasi antara pasangan suami istri.
Fadlan menyampaikan, salah satu tugas dan fungsi KUA sebagai tempat konsultasi keluarga, maka ia kerap menemukan masalah rumah tangga yang disebabkan karena rasa egois dan pola komunikasi yang tidak dikelola dengan baik.
"Misalnya, suami selalu merasa dirinya pemimpin yang harus dipatuhi, sementara istrinya juga merasa punya andil dalam ekonomi keluarga," terang Fadlan saat dihubungi tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (15/10/2021).
Fadlan mengatakan, masyarakat di Kecamatan Pulogadung baru akan berkonsultasi ke KUA ketika memang dirasakan tidak ada titik temu terkait masalah rumah tangga, setelah melakukan mediasi dengan keluarga masing-masing.
"Biasanya mereka melakukan pembicaraan tingkat keluarga dulu, kemudian kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat, baru langkah terakhir ke KUA," lanjutnya.
Oleh sebab itu, dalam setiap kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dilakukan oleh KUA Pulogadung, ia lebih menekankan terhadap masalah pola komunikasi, dan pengelolaan konflik dalam rumah tangga.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



