Kab. Probolinggo, bimasislam --- Selasa (21/8) Kepala KUA Kecamatan Wonomerto H. Wawan AS memberikan Rafa’ hingga pelaksanaan Aqdun Nikah tidak kurang dari 7 pasang calon pengantin dari 11 desa yang ada di Wonomerto. Bahkan sampai tanggal 31 ssebagaimana Jadwal yang ditunjukkan K. Budianto masih cukup banyak, setiap harinya paling sedikit 2-4 pasang Catin, Selasa (21/8).
Di Indonesia, mayoritas masyarakat masih mempertimbangkan waktu tertentu untuk melaksanakan Aqdun Nikah. Kebanyakan merujuk pada budaya jawa seperti pada bulan Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Syawal dan Dhul Hijjah.
Sementara Islam memandang bahwa semua hari adalah baik, semua bulan adalah berkah. Baik buruk sesuatu memang tergantung dari bagaimana cara kita memperlakukanya, termasuk juga soal kapan waktu dan bulan baik untuk menikah. Kapan saja kita bisa melangsungkanya. Yang terpenting bagaimana kita menjalani keberkahan setelah menikah.
Tidak ada larangan menikah pada bulan bulan tertentu, seperti riwayat pernikahan Rasulullah SAW dengan Siti Aisyah. Pada saat itu, orang-orang menganggap makruh/mendatangkan kesialan jika menikah di bulan Syawal. Untuk menepis kepercayaan mereka Rasulullah SAW menikahi Siti ’Aisyah di bulan Syawwal.
Selain itu, disunnahkan juga oleh Sayyidah Aissyah jika bulan syawal merupakan bulan baik untuk melangsung pernikahan. Sementara Rasulullah berkata jika bulan Ramadhan menjadi hari baik untuk menikah menurut Islam.
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jikalau suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain)
Di dalam kitab al-Minhaj as-Sawi disampaikan; “Para ulama fiqh rahimahullah berkata, “Sesungguhnya bagi orang yang menikah hendaknya pernikahannya diniati menegakkan sunnah, memejamkan pandangan dari perkara yang haram. Dan pernikahan akan menjadi ibadah jika disertai niat baik sehingga pernikahannya mendapatkan pahala ibadah”.
Penulis : Aan
Editor : nhkurniawan
Foto : Inmas Jatim
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



