Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Ditjen Bimas Islam Jamaludin M Marki mengajak masyarakat untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas dengan terapi Qira’i dan Sima’i di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga usai.
Jamaludin menjelaskan, terapi Qira’i yaitu membaca satu Juz Al-Qur’an setiap hari, minimal setelah salat membaca dua sampai tiga lembar ayat Al-Qur’an. Aktivitas ini, di samping sebagai salah satu kegiatan WFH, juga sebuah ikhtiar agar wabah Covid-19 segera dihilangkan dari muka bumi.
“Terapi Qira’i bisa dilakukan bersama-sama dengan cara mengajak 30 orang anggota keluarga, teman kerja, atau siapa pun di Whatsapp Group yang kita miliki, sehingga sehari bisa khatam Al-Qur’an,” ujar Jamaludin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/7).
Jamaludin menegaskan, target satu hari khatam Al-Qur’an bukan hal utama, tapi yang terpenting masyarakat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT di masa pandemi Covid-19.
Kemudian terapi Sima’i, lanjutnya, yaitu dengan cara mendengarkan lantunan Al-Qur'an. Terapi ini sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.
“Dalam buku Sehat Dengan Al Quran - Terapi dan Stimulasi Qurani yang ditulis Kiai Iskandar Mirza menjelaskan, non-Muslim juga boleh menerapkan terapi ini. Karena Al-Qur'an sebagai petunjuk untuk manusia bukan hanya orang Islam saja," ujarnya.
Al-Qur'an juga berpesan, lanjutnya, barang siapa yang menolong agama Islam niscaya dia akan dijaga oleh Allah. Maka hal itu sudah bisa menjadi dasar bahwa Al-Qur'an adalah obat penyembuh penyakit apa pun.
“Jika kedua terapi itu telah dilakukan dengan rasa ikhlas, dan berharap rida dari Allah SWT, maka rasakan efek dan sensasinya. Anda akan mendapatkan kebugaran dan kekuatan imunitas yang fantastis,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



