Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menganalogikan, kesadaran berzakat masyarakat di dalam dan luar Ramadan seperti langit dan bumi. Hal itu disampaikannya dalam acara Publik Expose dan Seminar Nasional bertajuk 'Kuat literasi Zakat untuk Indonesia Lebih Hebat' yang digelar LAZNAS (Lembaga Resmi Amil Zakat Nasional) Baitul Mal Hidayatullah (BMH) di Jakarta, Kamis (17/3/2023).
"Orang Islam ini (Indonesia) di luar dan di dalam bulan suci Ramadan berbeda jauh, bagaikan bumi dan langit. Ketika bulan Ramadan, amal ibadah seperti infak dan zakat meningkat sekali," ujarnya.
Tarmizi mengatakan, perlu disiapkan strategi dan program khusus terkait zakat di bulan Ramadan. Sebab menurutnya, di bulan tersebut banyak umat muslim yang mengeluarkan zakat.
"Dibutuhkan program dan strategi khusus untuk kegiatan zakat saat bulan Ramadan. Sebab, banyak orang yang memilih berzakat pada bulan Ramadan dibanding bulan lainnya," ungkap Tarmizi.
"Pola berzakat orang Indonesia unik. Biasanya kalau berzakat mal (harta) itu harusnya dihitung berdasarkan nisab dan haulnya dari tahun ke tahun, tapi di Indonesia banyak menggunakan haul itu dari bulan Ramadan ke bulan Ramadan. Maka, ia berzakat fitrah sekaligus juga berzakat mal karena menganggap pahalanya lebih tinggi," jelasnya.
Tarmizi juga mengungkapkan, program zakat yang dikhususkan di bulan Ramadan dapat memudahkan masyarakat yang ingin memaksimalkan ibadahnya.
"Saya mengajak pada lembaga zakat untuk membuat program bulan Ramadan, mengingat keinginan untuk beribadah pada bulan Ramadan lebih tinggi," ajaknya.
"Ini kesempatan kita agar bisa membuat program yang baik dari sisi pemasukan, penerimaan pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian," pungkas Tarmizi.
Ba/Mr



