Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Kemasjidan, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Akmal Salim Ruhana memaparkan timeline dan persyaratan yang harus dipenuhi peserta calon imam masjid yang akan dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA).
Dikatakan Akmal, fase pendaftaran ditutup pada 9 Mei 2023. Selanjutnya, akan dilakukan seleksi administrasi, dan hasilnya akan diumumkan pada 10 Mei 2023 melalui website dan media sosial resmi Bimas Islam.
Pada 11-13 Mei 2023, akan digelar tes Computer-Assisted-Test (CAT) dengan materi fikih, tajwid, ulumul quran, dan moderasi beragama. Setelah melakukan tes CAT, di hari yang sama, para peserta akan diwawancara melalui Zoom Meeting.
“Hasil dari tes CAT ini, tanggal 16 akan diumumkan, termasuk dipanggil untuk datang ke Jakarta. Tanggal 13 itu online, tanggal 16 diumumkan untuk diundang pada tanggal 20 sampai 22 Mei 2023 ke Jakarta," ujarnya dalam program Obsesi (Obrolan se-Jam Soal Islam), yang ditayangkan di kanal YouTube Bimas Islam TV, Jumat (28/4/2023).
"Wawancara akan dilaksanakan langsung dengan tiga Syekh dari UEA, face to face. Semua pertanyaan tentu dalam bahasa Arab,” imbuhnya.
Hasil dari seluruh rangkaian seleksi ini akan diumumkan pada 30 Mei 2023. Peserta yang terpilih akan diberangkatkan ke UEA pada bulan Juni atau Juli 2023.
“Persyaratan masih sama dengan tahun lalu, tapi hafalan diturunkan. Kami mengetahui dari imam di sana, secara de facto, ada kriteria tertentu kenapa harus 30 juz. Sehingga, negosiasi kami dengan pihak UEA, deal disetujui 20 juz. Tentu apabila hafalannya lebih dari 20, jelas lebih kredibel, lebih baik, dan diprioritaskan,” ucapnya.
Kemerduan suara juga masih menjadi pertimbangan. Menurut Akmal, suara yang merdu akan membuat para jemaah betah di masjid. Selain itu, para imam juga harus berpaham ahlusunnah wal jamaah bi manhaj wasathiyyah. Akmal mengungkapkan, sikap moderasi beragama yang dipraktikkan para imam asal Indonesia sangat dikagumi di UEA.
Sementara itu, Analis Kebijakan Subdit Kemasjidan, Fahri Afan mengatakan, peserta yang berusia di bawah 21 tahun, atau sudah menikah, diperbolehkan mengikuti seleksi.
Program Obsesi ini dibuka langsung Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib. Hadir pula dua imam masjid UEA yang telah diberangkatkan, yakni Asep Ismatullah, dan Dody Palalek Candra.
Fn/Mr



