Bogor, Bimas Islam --- Ketua Dewan Pengurus Masjid Al-Ikhlas Kiai Ismail Fahmi mengatakan dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bisa menjadi role model pengelolaan masjid di seluruh Indonesia, agar mempermudah masyarakat untuk menyalurkan sumbangan, bantuan, atau transaksi lainnya.
“Saya yakin dengan adanya QRIS ini bisa mendongkrak perekonomian di rumah ibadah, di antaranya keuangan masjid, yang kedua untuk pengembangan masjid, yang ketiga mensosialisasikan keuangan syariah,” katanya saat menghadiri Temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Kementerian dan Lembaga, di Hotel Arch, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/3) malam.
Kiai Ismail Fahmi mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kehadiran aplikasi layanan keagamaan QRIS untuk membantu agar basis keuangan di Indonesia sudah syariah semuanya, Kiai Ismail berharap, insyaallah kedepannya tingkat penetrasi aset syariah di Indonesia bisa meningkat.
“Kalau tadi disampaikan pak Budi dari BSI, tingkat penetrasi aset syariah dibandingkan dengan aset perbankan secara umum di Indonesia pada tahun 2019 masih tergolong rendah, jika dibandingkan negara-negara dengan jumlah penduduk muslim lainnya seperti Saudi Arabia mencapai 66, 4 persen, disusul Kuwait 42, 6 persen, kemudian Malaysia 28,9 persen,” ungkapnya.
Untuk diketahui Masjid Al-Ikhlas adalah masjid yg berada di lingkungan kantor Kementerian Agama RI Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta. Pembangunan masjid ini memiliki dua lantai, dengan desain modern dilengkapi sarana multimedia dan lingkungan yang nyaman sebagai sarana ibadah salat berjamaah dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan lainnya bagi pegawai dan tamu di lingkungan kantor Kementerian Agama.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



