Bogor, Bimas Islam --- Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Kiai Natsir Zubaidi mengatakan masjid masa depan tidak hanya mampu memberikan pelayanan ibadah saja, tapi harus bisa menjadi institusi dakwah.
“Masjid masa depan harus menjadi benteng pertahanan dalam membela dan melindungi dan memberi pencerahan bagi umat Islam, dalam arti luas yang memberi rahmat bagi segenap alam rahmatan lil ‘alamin,” katanya saat menjadi narasumber pada Temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Kementerian dan Lembaga, di Hotel Arch, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/3) malam.
Kiai Natsir menerangkan, pemimpin Islam yang pernah menjadi perdana menteri kelima Republik Indonesia, Mohammad Natsir, masjid merupakan benteng umat Islam. Kiai Natsir mengajak agar pengurus masjid dapat mengoptimalkan fungsi multi dimensional masjid tempat ibadah, pembinaan Ukhuwah Islamiyah, Taklim dan Dakwah, serta Muamalah yaitu pembinaan umat dalam arti luas.
“Pengurus masjid beserta jajarannya harus memiliki wawasan yang luas dan komprehensif. Karena tantangan yang dihadapi oleh masyarakat semakin kompleks, pengurus masjid sebagai khodimul masjid yang sekaligus khodimul ummah dalam pelayanan masjid sebagai community center belumlah menandai,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada pembinaan “Manajemen Masjid” yang intensif, agar pengelola atau manajer masjid memiliki kemampuan managerial skill dan
technical skill baik dalam pengelolaan bangunan fisik masjid atau lingkungannya.
Selain itu, katanya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) membedakan antara pengurus masjid dengan pengelola masjid. Pengurus masjid biasanya adalah pengurus yayasan secara struktural, sedangkan pengelola masjid mereka yang setiap hari mengurus masjid secara fisik dan tata kelola masjid.
“Seyogyanya pengurus masjid maupun DKM sebagai organisasi kemasjidan hendaknya terdiri dari kalangan ulama, cendikiawan, sarjana, pengusaha, praktisi, birokrat, dan pendidik. Dengan demikian pengurus masjid memiliki wawasan yang luas dan dapat mengantisipasi tantangan yang dihadapi oleh umat dan bangsa kita,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



