Kapuas Hulu, Bimas Islam -- Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kapuas Hulu menggelar rapat kerja (Raker) di Aula FKUB Kapuas Hulu, Rabu (19/10). Pada kesempatan itu, Ketua FKPAI Kapuas Hulu, Mohd Akel mengatakan, menjadi penyuluh dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan.
"Penyuluh sudah teruji dan tahan mental beradaptasi dengan masyarakat. Sebab, penyuluh merupakan kerja yang mengutamakan keikhlasan dan kesabaran. Kalau tidak bisa ikhlas dan sabar, maka hilang jiwa seorang penyuluh," ujar Akel.
Akel menambahkan, sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan dan pemahaman kepada masyarakat, sudah selayaknya penyuluh dekat dengan masyarakat. Karena itu, kata dia, ikhlas dan sabar mutlak dimiliki penyuluh.
"Penyuluh diharapkan terus memberikan syiar agama Islam kepada masyarakat dengan ikhlas dan sabar. Anggaplah bimbingan yang kita berikan kepada masyarakat menjadi amal saleh," kata Akel.
Akel menambahkan, raker yang digelar selama sehari tersebut untuk menanamkan optimisme para penyuluh dalam memberi penyuluhan. Apalagi, menurut dia, pekerjaan rumah para penyuluh di Kapuas Hulu tidaklah ringan.
"Di Kabupaten Kapuas Hulu ada 184 orang penyuluh yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka punya tanggung jawab yang tidak ringan dalam memberi bimbingan dan edukasi, terkait bidang keagamaan. Raker ini menjadi upaya menguatkan langkah kita bersama," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



