Mojokerto, Bimas Islam --- Indonesia merupakan salah satu contoh negara paling moderat. Di Indonesia, masyarakat hidup berdampingan dengan penuh toleransi meski berbeda agama dan budaya.
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrurrozi saat menjadi narasumber pada Kemah Moderasi Beragama di Ubaya Training Center (UTC) Trawas, Mojokerto, Selasa (30/8/22).
"Indonesia punya keragaman suku, budaya, ratusan bahasa, dan ribuan pulau, tapi disatukan dengan Bahasa Indonesia. Indonesia adalah contoh terbaik penerapan moderasi beragama. Kemah Moderasi ini menjadi contoh betapa kita saling menghormati meski berbeda," ungkap pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini.
Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang, Malang ini menambahkan, sikap toleran bukan bermakna mencampurkan ritual agama. Toleransi, sambungnya, merupakan sikap saling menghargai dengan memegang teguh agama dan kepercayaan masing-masing.
"Tuhan Maha Kuasa untuk menciptakan semua manusia memiliki agama yang sama. Tapi, Tuhan menciptakan kita berbeda," sambungnya.
Perbedaan tersebut, katanya, bukan untuk dipertentangkan. Perbedaan mesti dirawat dengan saling memahami dan menghargai.
"Semua agama mengajarkan kebaikan. Tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan. Semua agama mengajarkan umatnya agar saling mencintai dan menghargai," pungkas Gus Farur dalam acara yang dihelat Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag ini.
(Pirman)



