Semarang, bimasislam --- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin mengatakan bahwa para Penyuluh Agama selain pejuang agama mereka juga sebagai pejuang negara.
"Anda semua adalah para pejuang agama dan negara, anda adalah rijaluddin dan rijaluddaulah, karena berada di depan untuk mengawal bangsa dan negara", kata Ma'ruf Amin saat memberi Tausiyah pada acara Silaturahim Penyuluh Agama Provinsi Jawa Tengah dengan Presdiden Jokowi di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang (14/4) sabtu pagi.
Kyai Ma'ruf mengungkapkan disebut pejuang negara karena Penyuluh Agama dinilai telah konsisten dan ikhlas mengawal NKRI.
"Anda tidak pernah merasa lelah dan secara terus menerus berjuang dan mengawal negara ini walaupun selama ini perhatian negara tidak besar terhadap saudara", ungkapnya.
Dihadapan ribuan Penyuluh Agama, Rais Aam PBNU ini mengingatkan agar NKRI terus dikawal karena merupakan warisan perjuangan ulama. "Negara ini memang harus kita kawal karena hasil perjuangan ulama. Negara ini bukan hadiah dari penjajah tapi hasil perjuangan", tegasnya
Indonesia, lanjut Kyai Ma'ruf memang bukan negara Islam, juga bukan negara kafir dan negara perang tapi didirikan atas dasar kesepakatan. Oleh karenanya negara harus terus dijaga.
Diakhir tausiyahnya, Kyai Ma'ruf menyebut acara kali ini memiliki nilai sejarah dan memberikan apresiasi kepada pemerintah karena telah memberikan perhatian khusus terhadap para Penyuluh Agama.
"Ini merupakan pertemuan bersejarah. Penyuluh Agama bertemu disatu tempat untuk bersilaturahim dengan Presiden. Dan saya memberi apresisi atas perhatian pemerintah terhadap para Penyuluh Agama", pungkasnya.
Untuk diketahui, acara ini diikuti lebih dari 5000 Penyuluh Agama. Mereka adalah para Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Hindu, Penyuluh Agama Kristen, Penyuluh Agama Katolik, Penyuluh Agama Buddha dan Penyuluh Agama Konghucu. Hadir juga perwakilan Penyuluh Agama dari 34 provinsi.
Penulis : syamsuddin
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



