Jakarta, bimasislam --- Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama ratusan ribu umat Islam Jakarta dan sekitarnya melaksanakan Shalat Idul Fitri 1439 H di masjid Istiqlal Jakarta. Bertindak sebagai Imam, H. Hasanuddin Sinaga, Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan KH. Abdullah Gymnastitar (Aa Gym), Pembina Pesantren Daarut Tauhid Jawa Barat sebagai khatib.
Melalui mimbar, Aa Gym berpesan tentang hikmah Ramadan yakni sebagai sarana penempaan menuju penyempurnaan akhlak mulia serta menjadi sarana perubahan pribadi-pribadi ke arah yang lebih baik. Aa Gym juga menegaskan akhlak mulia adalah kunci perubahan sebuah bangsa menjadi bangsa yang lebih terhormat dan bermartabat serta diridhai Allah Subhanahuwata'ala.
Melalui tema Idul Fitri: Meraih Kemenangan Pribadi Menuju Kemenangan Umat, Aa Gym menyampaikan beberapa hikmah yang terkandung dalam bulan Ramadan.
Pertama, Keyakinan Bahwa Allah Maha Melihat.
Disampaikan Aa Gym bahwa berkah yang paling utama dari pendidikan di bulan Ramadan adalah hati yang yakin bahwa Allah Maha Menyaksikan segala-galanya.
“Niscaya akan banyak sekali perubahan perilaku yang akan terjadi bila keyakinan ini menghujam di dalam hati sanubari kita. Inilah yang akan menjadi fondasi kemuliaan akhlak seseorang, prestasi yang gemilang serta kehidupan penuh kemuliaan dunia maupun akhirat kelak“, terang Aa Gym.
Aa Gym juga menegaskan bahwa rasa yakin kepada Allah Yang Maha Melihat segala kejadian di alam semesta ini baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi akan melahirkan tiga buah sikap mulia, yaitu kejujuran dan keikhlasan.
Kedua, Mujahadah Mengendalikan Hawa Nafsu.
Hikmah kedua menurut Aa Gym adalah Ramadan membuat seseorang semakin terlatih mengontrol, mengendalikan dan menahan diri. Semua masalah menurutnya diawali dari ketidakmampuan menahan dan mengendalikan nafsu.
“Sudah kita saksikan bagaimana akibat orang tidak bisa menahan lidahnya, bagaimana orang tidak bisa mengendalikan syahwat sehingga jatuhlah kepada zina, tidak bisa mengendalikan keinginan nafsu duniawi maka jadilah seorang koruptor mencuri hak orang lain padahal dirinya sendiri sudah lebih dari cukup“, ungkapnya.
Ketiga, Kepekaan dan Kepedulian Sosial.
Dari hikmah ketiga ini, Aa Gym mengingatkan bahwa betapa Allah Azza wa Jalla menggolongkan orang-orang yang tidak punya kepekaan, tidak punya perasaan dan tidak punya kepedulian terhadap anak yatim, terhadap orang orang yang lapar, dan yang enggan menolong dengan yang berguna digolongkan sebagai orang yang mendustakan agama.
“Sungguh, kemuliaan seseorang tidaklah diukur dari apa yang ia berhasil raih dan ia miliki, melainkan diukur dari kebermanfaatan dia bagi sesamanya“, tegas Aa Gym.
Diakhir khutbahnya, dai yang populer dengan slogan jagalah hati ini berharap Ramadan turut mengantarkan menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Semoga ibadah Ramadan yang baru saja kita jalani bisa mengantarkan kita menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Pribadi-pribadi yang pantang berbuat aniaya terhadap sesama, sebaliknya justru peduli dan empati untuk maju bersama. Pribadi-pribadi yang menjaga dan melestarikan lingkungannya sebagai titipan dari Allah Subhaanahu wa ta’ala“, pungkas Aa Gym.
Pantauan bimasislam, sejak malam hari hingga beberapa saat sebelum shalat idul fitri masjid istiqlal mengadakan takbir berjamaah, sementara itu shalat idul fitri dilaksanakan tepat pukul 07.00 wib. Selain Wakil Presiden, tampak hadir beberapa Menteri Kabinet Kerja, Duta Besar Negara Sahabat, dan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar. Hadir pula Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin dan beberapa pejabat Kementerian Agama.
Penulis: syamsuddin
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



