Surakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam tidak hanya membina masyarakat di bidang agama. Mereka juga aktif melakukan pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran inilah yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam di Surakarta, Joko.
"Surakarta ini terkenal sebagai kota batik. Konveksi di sini sangat berkembang. Masyarakat yang bekerja kepada pengusaha/pabrik cukup banyak," ungkap Joko Sarjono saat berbincang dengan Bimas Islam di sekitar Keraton Surakarta, Sabtu (6/3/21).
Melihat kenyataan tersebut, Joko menemukan sebuah peluang kebaikan. Ia menilai, masyarakat yang bekerja di pabrik ini menempuh perjalanan yang cukup lama. Akhirnya, Joko menemukan sebuah ide menarik dan berusaha mengeksekusinya.
"Pada tahun 2014, saya mendapatkan hadiah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi sebanyak 15 juta rupiah," tambahnya.
Joko kemudian mengumpulkan kawan-kawan yang bekerja di beberapa pabrik. Ia menggelontorkan dana sebanyak 15 juta itu untuk mendirikan majelis taklim yang juga melakukan pemberdayaan ekonomi.
"Saya undang kawan-kawan. Dengan modal 15 juta kita membuat Majelis Taklim Al-Barokah. Uang tersebut digunakan untuk membeli mesin jahit," tambahnya.
Berbekal mesin jahit tersebut, beberapa anggota Majelis Taklim Al-Barokah berani keluar dari perusahaan dan memutuskan fokus bekerja di rumah.
"Keuntungan kerja di rumah, antara lain para lelaki bisa mengawasi keluarga dan ibu-ibu bisa mengurusi anak-anak secara lebih intensif, pekerjaan datang ke rumah, tidak terikat, bisa dikerjakan kapan saja," ungkap Joko.
Masyarakat di Majelis Taklim bentukan Joko ini terus merasakan manfaat. Guna membentengi anggota agar tidak larut dengan dunia, Joko mengadakan pertemuan tiap bulan untuk memberikan pencerahan spiritual.
Meski sebulan sekali, Joko menyebutkan, banyak masyarakat yang tercerahkan. Apalagi setelah lembaganya mendapatkan suntikan dana dari BAZNAS Kota Surakarta dan seorang pengusaha asal Jakarta sebanyak 10 juta rupiah.
"Sampai sekarang masih berjalan. Banyak masyarakat yang tertarik. Anggota majelis taklim pun mengalami peningkatan ketaatan dalam beribadah, makin rajin ke masjid," ungkap Joko.
(Pirman)
(Pirman)



