Jakarta, Bimas Islam -- Sejumlah dai pilihan Kementerian Agama (Kemenag) telah menjalankan misi dakwah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) pada Ramadan 1444 H lalu. Mereka memberi materi keagamaan bagi masyarakat di pelosok negeri, salah satunya di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Atropal Asparina, salah seorang dai menceritakan pengalamannya. Ia mengatakan, para dai 3T menggagas program pengajian di masjid. Awalnya, program tersebut hanya diikuti dua orang peserta. Namun, pengajian terus dijalankan hingga jumlah peserta mencapai 40 orang.
Hal itu ia sampaikan saat dihubungi Tim Bimas Islam, Selasa (2/5/2023).
Dai lainnya yang bertugas di tempat yang sama, Ansar Imam mengatakan, peserta pengajian bertambah di akhir-akhir masa tugas. Menurutnya, bertambahnya jumlah peserta tak terlepas dari kuatnya ikhtiar dan sikap pantang menyerah para dai.
"Program mengaji di masjid awalnya hanya dua santri, tapi lama kelamaan semakin banyak hingga diikuti 40 anak," terangnya.
Ia pun berharap, ke depan, program pengiriman dai ke wilayah 3T tetap berlanjut. Menurutnya, program ini berdampak positif dalam peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat, terutama di wilayah 3T.
"Harapan saya, program dai 3T ini tetep berlanjut, kalau terputus, sangat disayangkan," tuturnya.
Msk/Mr



