Sanggau, Bimas Islam -- Genap satu bulan para dai menjalankan tugas dakwah di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, yakni Entikong, Kalimantan Barat dalam program pengiriman dai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) selama bulan Ramadan.
Zaki Mubarok, salah seorang pendakwah menceritakan pengalamannya saat menjalankan tugas. Dai asal Cianjur itu mengatakan, sebelumnya ia tidak mengenal sama sekali tujuh dai lainnya yang bertugas di Entikong.
"Kami semua berdelapan tidak saling kenal, tidak tahu karakter masing masing, mendadak ditakdirkan oleh Allah diterima menjadi dai di wilayah 3T dan ditempatkan di Kalimantan Barat yang sebelumnya kami belum tahu, Entikong itu apa," ujar pria yang akrab disapa Ustaz Zaki saat menceritakan pengalamannya kepada wartawan Bimas Islam (26/4/2023).
Ia pun menceritakan proses adaptasi yang dilalui saat mengemban tugas dakwah, mulai dari penyesuaian dengan cuaca, tempat, hingga makanan. Ia bersyukur dapat melalui proses adaptasi tersebut, dan bisa berbaur dengan dai-dai lainnya.
Pertama kali datang ke Entikong, ia mengatakan, para dai terlebih dahulu melakukan identifikasi jumlah penduduk. Melalui identifikasi tersebut, mereka dapat mengetahui situasi dan kondisi masyarakat di Kecamatan Entikong. Hal ini menjadi dasar untuk menyusun strategi dakwah di Kecamatan Entikong.
"Akhirnya, kami saling mengisi surau-surau dan masjid-masjid di Entikong," ungkapnya.
"Yang kami isi di sana adalah melengkapi, membantu, karena di sana pun sudah ada para ustaz, sudah ada para kiai," tandas Ustaz Zaki.
Fn/Mr



