Jakarta, Bimas Islam --- Menjadi seorang difabel tidak menyurutkan Dzakiyya Amalia Maruf (20) dalam menorehkan prestasi. Tak tanggung-tanggung, prestasi yang ditorehkan di tingkat internasional sebagai peraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Tunarungu (World Deaf Badminton Championship) pada 2019 lalu di Taiwan.
Melalui penerjemahnya, Dzakiyya mengungkapkan, medali emas yang ia dapatkan dalam kejuaraan tersebut berasal dari nomor ganda campuran bersama Ilyas Rachman Ryandhani. Di partai final, lanjutnya, mereka menumbangkan pasangan India, Hritik Anand/Jerlin Jayaratchagan dengan dua set langsung, 22-20 dan 21-18.
"Paling sulit itu lawan dari Rusia, mereka tangguh sekali. Lalu juga dari Taiwan, karena dukungan dari suporternya selaku tuan rumah," ungkap Dzakiyya di sela acara Difabel Bisa Berkarya yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag bersama LAZ DT Peduli di Jakarta, Kamis (30/6/2022).
Dzakiyya mengungkapkan, sepanjang pertandingan dirinya selalu dibimbing oleh Ilyas yang merupakan seniornya di komunitas Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) DKI Jakarta.
"Saya selalu disemangati oleh Ilyas, meski banyak kesalahan yang saya lakukan tapi tidak membuat mental saya jatuh. Akhirnya, kami keluar sebagai juara," lanjutnya.
Sementara itu, atlit bulu tangkis difabel lainnya dari komunitas Porturin DKI Jakarta, Ghania Fadliatun Nisa (17) juga mampu meraih prestasi di tingkat nasional, yakni medali perak dalam Pekan Paralimpic 2021 di Papua.
"Terima kasih kepada semua pihak yang membina dan mendukung kami selama ini sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan," ujarnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



