Semarang, Bimas Islam --- Badawi Rachman yang merupakan mantan anggota Darul Islam dan salah satu orang penting di Jamaah Islamiyah tampil sebagai Khatib Jumat di Masjid Baitut Taqwa, Krapyak Semarang, Jumat (30/4/21). Pria yang punya keahlian membuat senjata ini berhasil kembali dari pemahamannya yang keliru setelah bertemu dengan Penyuluh Agama Islam Kota Semarang, Syarif Hidayatullah.
"Badawi keluar dari penjara pada tahun 2018. Lalu saya temui dan banyak berdiskusi terkait usaha yang akan dijalani dalam menyambung hidup keluarganya," kata Syarif di Semarang kepada Bimas Islam, Selasa (4/5/21).
Setelah beberapa kali berdiskusi, Badawi akhirnya memutuskan berjualan susu segar dan bubur kacang ijo di kawasan Pusponjolo, Semarang. Selain strategis, lokasi ini juga memudahkan Badawi untuk bertemu kawan-kawannya hingga bisa berbagi terkait pemahaman agama yang moderat.
"Badawi sering berkunjung ke rumah saya untuk berdiskusi tentang sejarah. Nah, metode ini yang saya sukai karena bisa mengajak binaan untuk membuka wawasan sejarah dalam berbagai versi," terang pria yang merupakan cucu kiyai kharismatik, Munawar Cholil ini.
Syarif yang kerap berinteraksi dengan narapidana teroris dan mantan teroris ini memilih menggunakan pendekatan yang dia namakan dengan Pajero atau Paket Sembako Jelang Romadon. Pendekatan ini efektif ditambah dengan dialog santai yang tidak menggurui.
"Saya sering mengajak kawan-kawan untuk ngobrol secara santai sambil minum teh atau kopi dan makan nasi goreng. Pendekatan melalui makanan dan minuman ala Wali Songo ini cukup efektif dalam mengubah perilaku dan mindset," tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, para mantan teroris secara perlahan terbuka wawasannya hingga menerima pemahaman yang moderat. Guna memupuk rasa percaya diri, Syarif pun memberikan kesempatan kepada binaannya untuk menjadi Khatib Jumat.
"Sebenarnya ada dua yang saya tawari. Awalnya canggung, tapi alhamdulillah Badawi akhirnya mau," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



