Malang, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag melakukan monitoring terhadap aset wakaf dari Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma). Yayasan ini mendapat bantuan wakaf produktif dari Kemenag pada tahun 2008.
Analis Kebijakan Kerja Sama Lembaga Keagamaan Ditzawa, Yasir Arafat mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui sejauh mana pengembangan bantuan wakaf produktif. Ia mengatakan, wakaf dapat membantu perekonomian nasional melalui pengembangannya.
"Keberhasilan wakaf produktif dinilai dari semakin banyak mauquf 'alaih yang mendapatkan manfaat," terang Yasir di Kampus Unisma Malang, Rabu (12/10/2022).
Sementara itu, Ketua Nazir Yayasan Unisma, Nur Rahma menjelaskan, sejak diberi bantuan Kemenag, kini mereka berhasil mengembangkannya. Pengembangan tersebut, berupa penambahan 4 unit kamar VIP RSI Unisma.
"Selain itu, kita juga membangun minimarket Al-Khaibar III yang berada di sebelah kampus. Di sana kita juga memberdayakan pekerja untuk berwirausaha," terang Rahma.
Rahma menambahkan, selain pengelolaan melalui pengembangan usaha, mereka turut memberi santunan. Hal ini, lanjutnya, rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali.
"Terakhir kami memberi santunan kepada imam masjid dan guru TPQ pada bulan Februari lalu untuk membantu kesulitan mereka akibat pandemi," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



