Jakarta, Bimas Islam --- Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Agama dan Sosial, Yandri Susanto mengungkapkan, pihaknya berkomitmen akan mendorong penambahan anggaran untuk Kementerian Agama RI khususnya pada Ditjen Bimas Islam dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan Islam.
“Sekitar 80 persen warga Indonesia adalah umat Islam, jadi jika umat Islamnya bagus maka Indonesia sudah pasti akan bagus. Artinya umat Islam menjadi kunci kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” kata Yandri saat menjadi narasumber pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) 2021 di Jakarta, Kamis (9/9/2021) malam.
Melihat realitas itu, kata Yandri, layanan Direktorat Urais Binsyar menjadi sangat sentral di tengah masyarakat sehingga membutuhkan banyak anggaran.
“Jika kita lihat dari sisi anggaran di Bimas Islam sekitar Rp5,6 triliun, hampir 17 persen dari total anggaran yang ada. Sedangkan Direktorat Urais Binsyar sendiri sekitar Rp119 miliar itu untuk seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Yandri, total anggaran tersebut masih terbilang rendah dibanding dengan kebutuhan di lapangan.
“Masyarakat tahunya Kemenag RI itu adalah segalanya, padahal anggarannya kecil tapi mengurusi banyak hal layanan keagamaan seperti masjid-musala, percetakan Al-Qur’an, hingga urusan orang nikah dan bercerai semua urusan Bimas Islam Kemenag,” paparnya.
Rakornas Urais Binsyar 2021 yang diikuti Kepala Bidang Urais Binsyar dari 34 Provinsi Indonesia secara hybrid, itu Yandri menegaskan, perlu strategi dan kepiawaian pejabat di Kemenag dalam mengelola anggaran agar tepat sasaran.
“Jangan sampai Kemenag dianggap hadir di tengah masyarakat hanya saat memberikan bantuan saja,” tandasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



