Jakarta, Bimas Islam -- Memasuki hari ketiga kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat yang digelar oleh Kementerian Agama di Jakarta, para peserta bersemangat mengikuti pendalaman materi penulisan naskah khotbah Jumat yang dipandu oleh tim fasilitator.
Salah satu peserta Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat, Iif Muhammad Arif mengutarakan kegembiraannya karena bisa mendapatkan ilmu terkait penulisan naskah khotbah Jumat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bahagia mengikuti program Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat ini. Selain mendapatkan ilmu tentang metode penulisan naskah khotbah, program yang digagas oleh Kemenag ini merubah mindset saya yang dulunya beranggapan bahwa menulis itu susah. Ternyata yang dibutuhkan adalah membiasakan diri untuk menulis,” ujar peserta dari Kuningan tersebut saat diwawancarai oleh Wartawan Bimas Islam, Kamis (11/5/2023).
Dengan adanya program Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat, menurut Iif, program ini memberikan dorongan yang kuat kepada dirinya untuk terus melatih diri terbiasa menulis.
“Program ini merangsang saya untuk terus menulis. Untuk itu, saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenag. Setelah kegiatan ini, saya akan kembali ke Kuningan dan berkomitmen untuk terus menulis agar kegiatan kepenulisan bukan lagi menjadi profesi, tapi bisa menjadi hobi,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, program Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat merupakan bagian dari kontribusi negara untuk mencerdaskan masyarakat.
“Secara pribadi, negara bisa hadir mencerdaskan masyarakat melalui program Coaching Clinic ini. Olehnya itu, program ini harus terus berlanjut,” tutur Iif.
Iif berharap naskah-naskah khotbah Jumat yang akan diterbitkan dan disebar ke masyarakat bisa menyesuaikan dengan bahasa daerah tiap wilayah.
“Indonesia ini kaya akan bahasa. Ada bahasa Batak, Sunda, Minang, Jawa, Bugis, dan lebih banyak lagi. Kalau bisa, naskah itu dibuat sesuai dengan daerah asal penulis. Misalnya, tema-tema besarnya tetap mengikuti instruksi Kemenag, tapi diksi-diksinya sesekali bisa menggunakan bahasa daerah agar para khatib bisa mencari tahu arti setiap diksi daerah dan ini berguna untuk saling berbagi pengetahuan tentang budaya dan bahasa masing-masing wilayah,” ulasnya.
Kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat hari ketiga diikuti oleh Angkatan I sebanyak 73 peserta yang dibagi dalam 4 ruangan. Tiap ruangan masing-masing dipandu oleh tim fasilitator.
Wcp/Sk
Wcp/Sk



