Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin memberikan apresiasi atas perhelatan Kompetisi Film Pendek Animasi Islami. Menurut Dirjen, kegiatan ini merupakan bukti perhatian Kemenag kepada generasi milenial.
"Kemenag memberikan perhatian, concern agar milenial mengambil peran dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara," ungkap Dirjen saat membuka secara resmi Penilaian Tingkat Nasional Kompeisi Film Pendek Islami Tahun 2021 secara virtual, Jumat (13/8/21).
Kompetisi Film Pendek Islami merupakan program kerja tahunan Seksi Siaran Keagamaan Islam Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam. Pada tahun 2021, kegiatan ini berbentuk Kompetisi Film Pendek Animasi Islami yang dihelat di 34 Provinsi sejak Juni-Agustus 2021.
"Semoga kompetisi ini menghasilkan capaian yang produktif, manfaat, semangat, sekaligus meng-engage kaum milenial dalam berdakwah," tambahnya.
Kompetisi yang diikuti oleh individu atau kelompok dengan usia 20-40 tahun ini mengangkat tema Aku Milenial Aku Sadar dengan spesifikasi tiga sub tema: Aku Milenial Sadar Halal, Aku Milenial Sadar Gaul, dan Aku Milenial Sadar Ibadah.
"Sekitar 25% penduduk Indonesia adalah milenial. Untuk menyentuh mereka butuh cara dan bahasa khusus. Pelibatan mereka sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Dirjen.
Sebagai informasi, Penilaian Tingkat Nasional Kompetisi Film Pendek Animasi Islami Tahun 2021 dilangsungkan di Swiss-Bellin Hotel, Bogor pada 13-15 Agustus 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebanyak 104 video yang merupakan tiga pemenang dari dari 34 provinsi dinilai oleh 10 dewan juri yang berasal dari akademisi, budayawan, praktisi dan pakar media.
Hadir secara daring dalam penilaian ini, Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri dan Kepala Seksi Penerangan Agama Islam (Penais) dari 34 Kanwil Kemenag se-Indonesia serta peserta kompetisi tingkat nasional yang merupakan juara di masing-masing provinsi.
Hadir secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan, Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Sayyid Alwi Fahmi, Kepala Seksi Budaya Keagamaan Islam, Nikmah, Kepala Seksi Siaran Keagamaan Islam, Nur Kumala Dewi, dan Kasubbag Sistem Informasi dan Humas Ditjen Bimas Islam, Sigit Kamseno serta dewan juri.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



