Badung, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin optimis konsep Moderasi Beragama yang digagas Kemenag layak diekspor ke dunia internasional. Demikian disampaikan Dirjen di sela Konferensi Islam ASEAN ke-2 di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/12/22).
"Konsep dan pemahaman Moderasi Beragam layak diekspor ke dunia internasional. Artikulasi Islam Indonesia yang mengedepankan sikap demokratis, toleran, dan menghargai perbedaan layak menjadi model dunia," ungkap Dirjen.
Selain terus mendiseminasikan Moderasi Beragama bagi masyarakat Indonesia, Kemenag juga terus menjalin kemitraan agar paham moderat disampaikan kepada masyarakat internasional. Menurutnya, konferensi yang diikuti 140 peserta ini merupakan salah satu langkah tepat mempromosikan Moderasi Beragama.
"Strategi yang dilakukan adalah dengan terus menyampaikan narasi Moderasi Beragama ke dunia internasional. Kita juga menjalin komunikasi internasional dengan berbagai pihak," sambungnya.
Dirjen menambahkan, pihaknya tengah berupaya mengirimkan dai ke berbagai negara. Dai yang dikirim telah mendapatkan peningkatan wawasan kebangsaan dan keagamaan yang moderat.
"Kemenag juga terus menyeleksi anak terbaik bangsa untuk menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab. Kita juga akan mengirim dai dan tokoh agama untuk menjadi pembicara di berbagai forum internasional," tandasnya.
Konferensi Islam ASEAN ke-2 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin. Hadir dalam pembukaan, Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdul Aziz Alu Syaikh, Wakil Menag, Zainut Tauhid Sa'adi, dan Gubernur Bali, Wayan Koster. Hadir pula pejabat eselon 2 di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



