Jakarta, Bimas Islam --- Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dan religius.
Dijelaskan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin bahwa moderasi beragama bukanlah ideologi. Tapi cara pandang dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama yang moderat.
Terkait moderasi beragama, menurut Nanik Susanti, almarhum Ahmad Khoirul Anam (1981-2021) merupakan sosok yang aktif mendakwahkan moderasi beragama semasa hidupnya.
“Tidak hanya mendakwahkan, tapi kalau mau melihat orang yang menerapkan konsep moderasi beragama, lihatlah sosok almarhum Kang Anam,” ujar Nanik salah satu Tim Penilai Buku Umum Keagamaan Ditjen Bimas Islam di Jakarta, Senin (28/6).
Kang Anam adalah tokoh NU yang memiliki wawasan dan gagasan yang sangat luas terhadap moderasi beragama, menurut Nanik, wawasannya tergambar pada sosok Kang Anam yang tidak sombong dan tidak pernah merasa paling benar.
Pesan mendalam menurut Nanik, Kang Anam, demikian beliau akrab disapa, adalah sosok yang sangat moderat. Ia berusaha memberi pengaruh tapi tidak pernah memaksa, tidak pernah marah jika yang dia usulkan tidak menerima usulannya.
Pada kegiatan FGD Penilaian Buku Keagamaan 1 yang digelar pada 15 Juni 2021 oleh Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar Kemenag, Kang Anam mengusulkan agar Kemenag mewadahi gerakan wakaf buku secara digital.
Hal itu menurutnya, agar peningkatan literasi membaca masyarakat diimbangi dengan bahan bacaan yang berkualitas dan berlandaskan moderasi beragama.
Beberapa bulan belakangan, selain bergiat sebagai Tim Penilai Buku Umum Keagamaan, Kang Anam, juga aktif menggerakkan literasi dan berdakwah di media sosial. Bahkan ia juga mendirikan wadah Gerak Literasi Indonesia.
Profil Singkat Ahmad Khoirul Anam
Ahmad Khoirul Anam lahir pada 29 Desember 1981 di Kalirejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia wafat pada Kamis, 24 Juni 2021 pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Jenazahnya dimakamkan di kampung kelahirannya pada Jumat, 25 Juni 2021 pagi hari.
Ia meninggalkan seorang istri, Binti Khoiriyah dan tiga orang anak yaitu Satrio, Zahwa, dan Dea, serta anak didiknya di TPA/TPQ di kompleks perumahannya Griya Yudha Garuda, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Selain sebagai Tim Penilai Buku Umum Keagamaan Bimas Islam, Kang Anam adalah Redaktur Jurnal Bimas Islam, konseptor, dan editor pada buku-buku terbitan Ditjen Bimas Islam.
Kang Anam juga sedang melanjutkan program doktoral (S3) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, sebelum berhasil menyelesaikan studi doktornya itu, ia dipanggil oleh Allah SWT pada usia 40 tahun.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



