Jakarta, Bimas Islam -- Jaringan media keislaman terus tumbuh subur, jumlahnya semakin banyak, rating pembaca semakin naik. Karenanya, dibutuhkan konten keagamaan yang bisa dibaca bahkan diputar berkali-kali.
Hal itu disampaikan Chief Strategic Officer-Profetic, Syafiq Pontoh saat menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peta Moderasi Beragama di Kelompok Media yang digelar di Jakarta, Senin (29/5/2023).
“Saat ini jaringan-jaringan media sosial, khususnya media keislaman terus tumbuh dan berkembang dengan pesat. Jumlahnya sangat banyak. Ratingpembaca juga semakin naik. Maka, tugas kita adalah bagaimana kita menyebarkan konten-konten keagamaan agar bisa dibaca oleh publik. Kalau konten dalam bentuk video, bagaimana itu bisa diputar berkali-kali,” ungkapnya.
Menurut Syafiq Pontoh, agar konten keagamaan bisa disebar secara masif, maka harus membedakan antara konten yang trending dengan yang viral.
“Yang trending belum tentu viral, dan yang viral belum tentu trending. Kadang terjadi salah kaprah dalam pengolahan konten di ekosistem digital. Saat ini, kita masih memikirkan trending, trending, trending, padahal pertarungan saat ini adalah konten viral,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkan Syafiq Pontoh, sesuatu yang viral adalah topik yang tidak berhenti dibahas minimal selama tiga bulan berturut-turut.
“Yang viral itu ketika topik yang dibicarakan tidak berhenti dibahas selama tiga bulan berturut-turut dan setiap hari. Misalnya, tragedi Kanjuruhan dan Citayam Fashion Week, itu viral Sedangkan trending tidak demikian, trending itu topiknya memang jadi perhatian tetapi sifatnya sekarang,” ulasnya.
Syafiq Pontoh menambahkan, konten moderasi memang kemungkinan lamban untuk viral, tetapi akan awet jika dikemas dengan lebih inspiratif. Karenanya, menurut Syafiq Pontoh, konten yang inspiratif pada akhirnya akan viral.
“Konten sensasional atau pun kontroversi memang cepat viral, karena jumlahnya banyak. tetapi dia tidak akan bertahan lama. Sedangkan konten keagamaan yang sifatnya inspiratif, pada akhirnya akan viral awet bertahan lebih lama. Maka, kita upayakan terus menerus membuat konten yang inspiring,” tandasnya.
Wcp/Mr



