Denpasar, bimasislam—Jika Anda menelusuri Jalan Tegal Harum di Kampung Biaung Kota Denpasar, Anda pasti langsung mengenal sebuah bangunan milik Kementerian Agama RI. Gedungnya yang baru berusia empat bulan didominasi warna hijau. Itulah Kantor Urusan Agama Islam (KUA) Kecamatan Denpasar Timur. Gedung tersebut akan semakin dikenal bila Anda melihat papan nama yang berdiri di depannya yang dilengkapi alamat nomor 8.
Berdiri di atas tanah 400 meter persegi, gedung KUA ini memiliki areal parkir yang cukup luas, kurang lebih 1/3 dari luas tanah yang ada. Desain khas Bali yang menghiasi arsitektur di bagian depan gedung ditambah pendopo kecil persis pintu masuk sebelah kiri, menambah daya tarik tersendiri. “Ini semua berkat bantuan SBSN”, ungkap Azizudin kepadabimasislam saat mengunjunginya hari Rabu (1/3) lalu.
Proses pembangunan berjalan selama tiga bulan. Selama itu pelayanan KUA dipindahkan ke sebuah tempat yang dikontrak khusus. “Gedung ini baru difungsikan kembali pada tanggal 28 Desember 2016 lalu,” demikian jelas Kepala KUA Denpasar Timur itu.
Gedung baru ini ditata sefungsional mungkin. Di bagian depan sebelah kiri ada ruangan resepsionis beserta ruang tamu lengkap dengan kursinya untuk menunggu. Selain itu, juga ada sebuah ruang kecil yang dirancang untuk tempat bermain anak-anak, yang saat dikunjungi memang belum dilengkapi dengan wahana bermain. Di belakang meja resepsionis, ada ruangan Kepala KUA. Di samping kanan sebelahnya, dibatasi jalan lorong, ada Balai Nikah yang cukup panjang dan didesain layaknya ruang pertemuan.
Di bagian tengah,terdapat ruang administrasi, sedangkan sebelah kirinya terdapat ruangan khusus komputer untuk pengoperasian Sistem Informasi dan Aplikasi Kementerian Agama, baik itu Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan sejenisnya. Bagian belakang tengah ada ruangan penghulu, sedangkan sebelah kanannya ada Toilet dan Musholla yang diatur terbuka yang bisa diakses dari samping gedung untuk warga di luar yang ingin beribadah.
Total pegawai yang bekerja di KUA Denpasar Timur adalah lima orang. Selain Kepala KUA, ada seorang penghulu dan pegawai administrasi yang PNS, serta dua orang tenaga honorer yang difungsikan sebagai Resepsionis dan Tenaga Administrasi.
Menurut Mantan Kepada KUA Kediri Kabupaten Tabanan ini, dana SBSN kemarin sebenarnya tidak termanfaatkan seratus persen. Karena terbatasnya waktu untuk pengurusan administrasi keuangan, sebagian anggaran SBSN untuk fasilitas ruangan dan kantor, seperti AC, Komputer, dan kelengkapan interior lainnya, tidak sempat direalisasikan. Dalam pantauan bimasislam, pendingin ruangan yang ada sebatas kipas angin dan dua unit komputer bekas. Aziz berharap anggaran yang dikembalikan ke negara tersebut tergantikan dengan bantuan lain untuk melengkapi fasilitas kantor yang belum lengkap seperti perencanaan sebelumnya.
KUA ini dulu banyak orang enggan untuk mengunjungi, karena diangap kurang layak dan memang jaraknya paling jauh, cerita Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Provinsi Bali. Karena itu, lanjutnya, saat dia dipindah dari KUA Kediri tahun 2013 langsung diinisiasi untuk membenahi kantor sebaik mungkin dan mengadakan Wifi di sini. Buahnya, tahun 2014 KUA Denpasar Timur didaulat sebagai KUA Teladan Provinsi Bali. Terakhir, ujarnya, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) KUA Denpasar Timur per-Desember 2016 kemarin mencapai angka 84,99, dengan mutu pelayanan berkategori “A” dan nilai kinerja “sangat memuaskan”.
(Edijun/sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



