Jakarta, Bimas Islam -- Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan Kementerian Agama harus proaktif dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Koordinator Bagian Pengadaan dan Pertimbangan Pegawai, Septian Saputra mewakili Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag pada kegiatan Konsolidasi Kelembagaan KUA dan Manajemen Kinerja Pimpinan, Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia Batch 2, di Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, KUA di masa depan adalah KUA yang proaktif melayani masyarakat, bukan hanya ketika ada permintaan. “Harapan kita adalah bagaimana KUA bisa menjemput untuk memberi layanan pada masyarakat, sehingga kinerja KUA termasuk kategori proaktif, bukan bereaksi hanya saat ada permintaan layanan,” ujarnya.
Lebih lanjut diterangkan Septian, layanan KUA akan maksimal jika didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Karena KUA memberi layanan langsung kepada masyarakat, maka layanan tentu bergantung kepada SDM. Karenanya, SDM menjadi instrumen di balik maksimalnya layanan KUA,” terangnya.
Dalam rangka peningkatan SDM di KUA, imbuh Septian, rekrutmen Jabatan Fungsional (JF) akan dibuka pada bulan Agustus mendatang.
“Kemenag memiliki 10.562 satuan kerja yang terdiri dari satker pusat, daerah, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Untuk JF di Bidang Bimas hanya 6%. Makanya kita akan penuhi jabatan khususnya KUA pada rekrutmen nanti di bulan Agustus,” jelasnya.
Septian menyarankan agar Bimas Islam sesegera mungkin membentuk JF baru yang dikhususkan mengelola KUA untuk melengkapi peta jabatan, yang dalam waktu dekat akan didiskusikan oleh Biro Kepegawaian dan Bimas Islam.
"Jika kita memiliki JF khusus manajemen KUA, maka kita bisa susun sendiri persyaratan jabatannya yang sesuai kebutuhan KUA," imbuhnya
Terakhir, Septian menerangkan, melalui Pusat Penilaian Kompetensi (Puspenkom) akan dilaksanakan asesmen sebagai upaya peningkatan kompetensi ASN sesuai dengan Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2017, khususnya di KUA.
Wcp/Mr



