Jakarta, Bimas Islam — Menyambut 1 Muharam 1447 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) meminta seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia untuk berperan aktif dalam Festival Peaceful Muharam 1447 H yang mengusung tema Damai Bersama Manusia dan Alam.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, festival ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan gerakan yang mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan sosial secara inklusif. Beragam kegiatan akan digelar sepanjang bulan Muharam, antara lain nikah massal, car free day bertema GAS Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah), ngaji budaya, kickoff seribu masjid inklusif, lebaran yatim dan difabel, serta program lainnya.
“Kami berharap Bapak/Ibu di KUA juga terlibat aktif. Ini ajang amplifikasi pesan keagamaan yang damai dan kontekstual,” ujar Abu Rokhmad dalam kegiatan Kuantifikasi Indikator Kinerja Layanan KUA di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Ia menambahkan, partisipasi KUA sangat penting dalam menyuarakan nilai-nilai damai dan meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat. Menurutnya, festival ini juga menjadi bagian dari strategi revitalisasi peran KUA agar semakin relevan dengan kebutuhan publik.
Salah satu program yang dibahas adalah GAS Nikah, gerakan yang menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi. Berdasarkan data Kemenag, dari sekitar 66 juta penduduk usia nikah (20–35 tahun) di Indonesia, hanya 1,475 juta yang tercatat menikah secara resmi pada tahun 2024.
Festival Peaceful Muharam juga memberi ruang bagi ekspresi kebudayaan dan spiritualitas masyarakat. Melalui ngaji budaya, masyarakat diajak merenungkan nilai-nilai Islam dengan pendekatan seni dan kearifan lokal.
Program seribu masjid inklusif juga turut dibahas. Kegiatan ini mendorong terciptanya rumah ibadah yang ramah bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
“Festival ini bukan hanya euforia, tapi afirmasi bahwa layanan keagamaan harus hadir dengan wajah damai, inklusif, dan transformatif,” tegas Abu Rokhmad.
Kegiatan Car Free Day dalam festival ini pun dimanfaatkan sebagai ajang edukasi tentang pentingnya pencatatan nikah. Melalui kampanye GAS Nikah, diharapkan terbangun kesadaran masyarakat bahwa pencatatan pernikahan adalah fondasi legal dan sosial bagi terbentuknya keluarga yang sejahtera dan terlindungi.
Abu berharap, KUA dapat memaksimalkan perannya dan menjadi penggerak suksesnya Festival Peaceful Muharam 1447 H. Dengan sumber daya yang dimiliki, KUA diyakini mampu memperluas dampak festival dan memperkuat kehadiran negara dalam layanan keagamaan yang ramah dan membangun.
Fn/Mr



