Pesawaran, Bimas Islam -- Revitalisasi KUA mendorong KUA terdepan dalam menyelesaikan persoalan keagamaan dan keluarga yang dihadapi masyarakat. KUA tidak menunggu aduan warga, tetapi secara aktif hadir di tengah masyarakat.
Demikian dilakukan Tri Idayana yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Ida, sapaan akrabnya, langsung mendatangi warga yang membutuhkan konsultasi.
"Seorang ibu menghubungi saya. Ada masalah ekonomi dan keluarga yang beliau hadapi. Komunikasi telpon kurang jelas, jadi saya langsung berkunjung ke tempatnya," ungkap Ida di Pesawaran, Selasa (13/9/22).
Ida menemui warga tersebut di Pasar Gedongtataan. Sembari menjajakan dagangan, warga bernama Ratna menceritakan masalah yang dihadapi.
"Kita sampaikan kepada si ibu agar sabar dan senantiasa optimis dalam menghadapi persoalan hidup. Kita juga menyampaikan bahwa KUA terbuka menerima konsultasi masyarakat," sambungnya.
Tak hanya menyampaikan motivasi, Ida juga memberikan solusi atas persoalan ekonomi yang dihadapi Ratna. Ida menambahkan, apa yang dia lakukan merupakan upaya menghadirkan KUA dalam menyelesaikan persoalan warga.
"Sesuai arahan Menteri Agama melalui Revitalisasi KUA. KUA tidak hanya mencatat nikah dan rujuk, tetapi juga menyelesaikan persoalan keluarga dan kegamaan. Apalagi saya Penyuluh Agama Islam bidang keluarga sakinah, harus aktif hadir di tengah masyarakat," pungkas Ida.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



