Lampung Tengah, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Sugih tengah mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat. Program tersebut akan dimulai dari pengembangan ekonomi di bidang pertanian, yang akan berlanjut pada program pemberdayaan ekonomi di bidang-bidang lainnya.
“Kita sedang mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat. Saya sudah meminta untuk dimulai di bidang pertanian, sebab ada satu wilayah yang masyarakatnya mayoritas petani, dan masyarakat di sana sudah sadar untuk saling berbagi mulai dari zakat hingga infak, tanpa kita komando lagi,” ujar Kepala KUA Gunung Sugih Henri Amirudin di Lampung Tengah, Selasa (4/5).
Meski baru tahap pengembangan, Henri yakin program tersebut akan berjalan lancar. Apalagi, kata dia, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Kementerian Agama. Untuk menyukseskan program tersebut, KUA Gunung Sugih menyiapkan sejumlah strategi untuk lebih mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat tersebut.
“Ini baru tahap pengembangan, dan masih akan kita poles lagi, kita sudah siapkan modelnya, strateginya, dan akan kita besarkan lagi program pemberdayaan ekonomi umat ini, sehingga bisa dicontoh di desa-desa lain di sekitar kita,” katanya.
Dari pemberdayaan ekonomi umat itu, Henri mengaku ingin membangun lokasi pusat perdagangan. Lokasi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berdagang. Ia mengaku munculnya konsep tersebut dilatarbelakangi karena wilayah Gunung Sugih yang dekat dengan wilayah perkotaan.
“Ke depan kita akan terus kembangkan sebuah lokasi seperti Taman Rakyat atau semacam tempat yang bisa dimanfaatkan masyarakat bawah untuk berdagang. Kita akan bidik ke sana pemberdayaan ekonomi umatnya,” pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



