Bekasi, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi Muhammad Riza mengatakan setiap bulan Syawal selalu mengalami penurunan angka pernikahan. Riza menyatakan, itu terjadi karena masyarakat Bekasi Kota kebanyakan diisi oleh perantau.
“Setiap bulan Syawal di KUA Medan Satria memang mengalami penurunan peristiwa nikah, karena mayoritas masyarakat adalah perantau,” katanya di Bekasi saat dihubungi via pesan Whatsapp, Rabu (28/7).
Riza mengatakan, bulan Syawal yang saat ini jatuh pada bulan Mei, KUA Medan Satria mencatat 43 peristiwa nikah, dengan 3 di KUA dan 40 di luar KUA.
“Berbeda dengan bulan Maret mengalami lonjakan peristiwa nikah sampai 129 pernikahan,” ujarnya.
Riza menjelaskan, masyarakat Kota Bekasi memiliki budaya tentang bulan-bulan yang sepi untuk melakukan pernikahan. Seperti bulan Syawal, Zulkaidah, dan Muharam.
“Masyarakat meyakini kalau bulan Zulkaidah atau biasa disebut bulan apit, tidak baik untuk mengadakan pernikahan,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



