Lampung Selatan, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Yazid menegaskan, pihaknya terus menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama melalui media sosial (Medsos). Menurutnya, edukasi melalui medsos cukup efektif.
"Kami bersama penyuluh agama konsisten memberikan edukasi nilai-nilai moderasi beragama. Caranya banyak, salah satunya yang sering kita gunakan adalah media sosial masing-masing penyuluh agama," kata Yazid melalui keterangan tertulis, Selasa (23/8).
Yazid menjelaskan, moderasi beragama perlu disosialisasikan secara luas untuk memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa. Para pendiri bangsa, lanjut dia, sudah mewakafkan harta, bahkan nyawa untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.
"Para pendahulu kita telah mewakafkan harta bahkan nyawa untuk kemerdekaan bangsa kita. Maka kita sebagai penerusnya wajib memelihara wakaf tersebut, termasuk ideologi bangsa yang telah disepakati mereka," katanya.
"Jangan kita putus amal jariah pahlawan bangsa, sebab dengan mengganti ideologi yang mereka lahirkan sama saja kita memutus amal jariah mereka," lanjutnya.
Yazid menambahkan, selain mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai moderasi beragama melalui medsos, KUA Natar juga rutin melakukan kolaborasi lintas sektor untuk semakin memperluas sosialisasi kepada masyarakat.
"Kita juga melakukan koordinasi lintas sektor. Misalnya kita menggelar workshop kebangsaan bersama kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Termasuk dalam acara ini diikuti oleh mantan anggota Khilafatul Muslimin. Kita terus edukasi mereka pentingnya menjaga dan merawat persatuan," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



