Bandung Barat, Bimas Islam --- Ketahanan keluarga diawali dengan niat dan komitmen masing-masing calon pengantin. Komitmen ini tidak hanya di awal, tetapi terus ditumbuhkan seiring berjalannya waktu.
Hal ini seperti disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Dian Armiyani saat menjadi narasumber Dunia Wanita RRI Bandung Pro 1 di Bandung Barat, Senin (11/7/22).
"Niat menikah bukan hanya karena cinta, tetapi dengan menikah akan bersama dengan pasangan dan keluarga menuju surga," ungkap Dian.
Dalam mewujudkan niat tersebut, sambung Dian, rumah tangga akan mengalami banyak ujian. Saat ujian melanda, tambahnya, saling mengingatkan dan menguatkan amatlah penting.
"Ada kalanya jenuh, maka alokasikan waktu untuk berdua bersama pasangan atau kita kenal dengan me time," terangnya.
Aktivis Perempuan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat ini menambahkan, komunikasi juga menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Tidak hanya berpengaruh dalam menguatkan hubungan antara suami dan istri, ungkap Dian, komunikasi juga penting dalam proses pendidikan anak.
"Komunikasi sangat penting. Pengasuhan anak akan berhasil jika komunikasi ayah dan ibu berjalan dengan baik, termasuk ketika anak tumbuh dewasa hendaknya dilibatkan dalam mewujudkan visi misi keluarga," pesan Dian.
Terakhir, Dian menyampaikan pentingnya perasaan bahagia pada seluruh anggota keluarga. "Terutama kaum ibu. Ibu-ibu harus happy. Kebahagiaan seorang ibu akan menular kepada seisi rumah, suami, dan anak-anak," pungkas Dian dalam dialog bertema Keluarga Tangguh Bangsa Tangguh ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



