Cianjur, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) melalui program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat menyerahkan bantuan kepada 10 penerima manfaat di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Penyuluh Agama Islam KUA Cugenang, Liya Amaliya mengungkapkan, 10 penerima manfaat tersebut merupakan penyintas gempa bumi Cianjur-Sukabumi tahun 2022. Program ini membantu para penyintas untuk mempercepat pemulihan dan kembali hidup layak.
"Para penerima manfaat mengalami kerusakan rumah dan tempat usaha akibat gempa, sehingga program KUA PEU ini sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi UMKM di Cianjur," jelas Liya kepada wartawan, Sabtu (7/9/2024).
Liya mengungkapkan, meski bencana telah berlalu, kehidupan harus terus berjalan. "Bencana dua tahun lalu tidak membuat penyintas menyerah. Meski dengan keterbatasan, usaha kecil mereka mulai bangkit. Bantuan ini mempercepat pemulihan ekonomi mereka," katanya.
Perwakilan Lembaga Amil Zakat Daarut Tauhid Peduli, Khaerul Anwar menilai, pemilihan KUA Cugenang sebagai lokasi program sangat tepat, mengingat banyaknya penyintas yang memerlukan bantuan. "Kami memastikan program berjalan sesuai rencana dengan monitoring mingguan, dan pendampingan akan dievaluasi setiap tahun. Jika ada perkembangan, program akan dilanjutkan hingga tiga tahun," ujar Khaerul.
Kepala KUA Cugenang, Kusmayadi mengatakan, gempa bumi di Cugenang sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Program PEU menyasar pelaku usaha yang mulai bangkit, namun masih membutuhkan modal untuk memperbaiki aset yang rusak. "Insyaallah, kantor KUA Cugenang akan dibangun pada 2026, saat ini kami masih menyewa kantor sementara," tambahnya.
Kusmayadi juga menjelaskan, program KUA PEU terkait dengan upaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui bimbingan usaha bagi keluarga muda. "Keluarga muda perlu didukung dengan modal dan pendidikan kewirausahaan, karena mereka memiliki semangat tinggi dan masih produktif," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Shinta Khairunnisa menjelaskan, Program KUA PEU 2024 mencakup delapan titik KUA di Provinsi Jawa Barat dengan total 80 penerima manfaat. "Program ini berjalan sejak 2021 dan pada 2024 dilaksanakan dengan kolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat," jelasnya. Pencairan bantuan akan dilakukan setelah workshop pada 5 September 2024.
Daftar penerima Program KUA PEU 2024 di Cugenang, Cianjur:
1. Rina Karlina (36) – Usaha makanan beku "Sanaufa Frozaen", penghasilan tidak menentu. Setelah bantuan, ia ingin mengembangkan usaha dan menambah produk minuman jus.
2. Agus Sugandi (32) – Pedagang bakso "Bakso Baraya", penghasilan Rp150 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk melengkapi alat produksi.
3. Ai Ramayati (32) – Pedagang seblak "Mamah Alun", penghasilan Rp300-400 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk memperluas tempat usaha.
4. Tini Kusniwati (41) – Pedagang seblak dan bakso, penghasilan Rp250 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk membeli alat operasional.
5. Firman Khadinata (36) – Pemilik warung sembako "Warung Cahaya", penghasilan Rp500-900 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk menambah produk sembako.
6. Enung Nurmalasari (40) – Pengusaha Simping "Simping Mutiara", berencana meningkatkan kemasan produknya dengan bantuan dana.
7. Linlin J (41) – Pedagang pisang dan keripik pisang, penghasilan Rp250 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk membeli alat produksi.
8. Asiah (41) – Pemilik warung sembako "Warung Asiah", penghasilan Rp100 ribu per hari. Bantuan akan digunakan untuk tambahan modal.
9. Yulianti (42) – Pemilik usaha camilan "Yuki (Yulianti Keripik)", sudah menjalankan usaha selama 12 tahun.
10. Tita Salamah (36) – Pengusaha makanan ringan, penghasilan Rp300 ribu per dua hari produksi. Bantuan akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Ba/Mr



