Kendari, Bimas Islam --- KUA sebagai wajah Kementerian Agama di tingkat kecamatan tidak hanya mencatat pernikahan. KUA terus disempurnakan sebagai pusat layanan keagamaan bagi masyarakat.
"Revitalisasi KUA yang menjadi program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berupaya mewujudkan KUA sebagai tempat pemberdayaan ekonomi masyarakat, rumah moderasi beragama, dan pusat layanan keagamaan," jelas Kasubdit Bina Kelembagaan KUA, Wildan Hasan Syadzili di Kendari, Minggu (29/5/22).
Guna mewujudkan cita-cita ini, tambah Wildan, Kemenag terus melakukan penyempurnaan KUA. Tidak hanya fokus pada fasilitas fisik yang nyaman, berbasis teknologi, dan ramah penyandang disabilitas, Kemenag juga menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
"Revitalisasi KUA bukan hanya gedung yang terbangun megah, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di KUA. Kualitas yang paling penting bukan kualitas administratif, tapi kualitas mindset," tambahnya.
Wildan melanjutkan, spirit inilah yang diwujudkan Kemenag melalui 5.963 KUA yang tersebar di seluruh Indonesia. "Bagaimana kita wujudkan manajemen pengelolaan KUA yang semakin berkualitas dan terus menyadari bahwa KUA disediakan untuk menjadi pelayan berbagai layanan keagamaan, tidak hanya mencatat pernikahan," terangnya.
Wildan hadir sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi KUA Provinsi Sultra. Wildan juga mengunjungi Graha Moderasi Beragama sekaligus menjadi narasumber Podcast Warta Moderasi Kemenag Sultra.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



