Bantul, Bimas Islam -- Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon, Bantul, Yogyakarta, berkolaborasi dengan SMK Teknologi Bantul menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program yang dihelat di SMK Teknologi Bantul, Rabu (27/8/2025) ini bertujuan memperkuat karakter remaja sekaligus membekali mereka dengan nilai-nilai akhlak mulia, visi hidup yang jelas, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Kepala KUA Sewon, Mustafied Amna, mengungkapkan pentingnya pembinaan sejak dini agar para pelajar tumbuh sebagai generasi yang berdaya. “Kami sangat mengapresiasi SMK Teknologi Bantul yang telah membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan KUA Sewon. Kami siap menghadirkan Penyuluh Agama Islam yang profesional untuk ikut berperan menyiapkan generasi yang baik, berakhlak mulia, berkarya, dan berdaya,” ujarnya.
Menurut Mustafied, BRUS dirancang dengan metode kreatif, edukatif, sekaligus menyenangkan. Para fasilitator tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menyisipkan permainan interaktif hingga pertunjukan sulap edukatif agar siswa lebih antusias. “Pendekatan semacam ini membuat nilai-nilai moral dan spiritual lebih mudah diterima oleh remaja,” tambahnya.
Ia menilai, remaja merupakan fase krusial yang menentukan arah masa depan bangsa. Tanpa pembinaan karakter yang kuat, remaja rentan terjebak dalam perilaku negatif dan kehilangan arah hidup. “Karakter yang kokoh harus ditanamkan sejak dini. Dengan pembinaan yang tepat, mereka tidak hanya menjadi pintar secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual,” terang Mustafied.
KUA Sewon, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan lembaga pendidikan di Bantul dalam menghadirkan program serupa. Hal ini sejalan dengan peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang tidak hanya berkutat pada urusan pernikahan, tetapi juga penguatan keluarga dan pembinaan generasi muda.
“Kami berharap BRUS menjadi momentum berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Generasi muda harus diarahkan agar memiliki visi hidup yang jelas dan tidak mudah terpengaruh oleh tren negatif,” tegas Mustafied.
Ia pun mengajak sekolah-sekolah lain untuk turut membuka ruang kolaborasi dengan KUA. “Semakin banyak sekolah yang terlibat, semakin luas dampaknya bagi pembentukan generasi hebat. Ini adalah investasi moral untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Zudi Rahmanto, mengapresiasi inisiatif KUA Sewon dan SMK Teknologi Bantul. Menurutnya, program BRUS sejalan dengan agenda nasional Kementerian Agama dalam membangun ketahanan keluarga berbasis pendidikan dan penguatan generasi muda.
“Tujuan utama BRUS adalah untuk Cegah Kawin Anak (CKA) dan Cegah Seks Pra Nikah (CSPN). Karena itu, materi yang diberikan lebih diarahkan pada penguatan kecakapan remaja dalam mengelola diri, membangun keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan, memahami tantangan remaja masa kini, serta menumbuhkan pribadi sehat yang keren sekaligus Qur'ani,” jelas Zudi.
Ia menambahkan, program BRUS juga merupakan implementasi nyata transformasi layanan KUA. Selama ini, masyarakat mengenal KUA sebatas mengurusi pencatatan nikah. Padahal, KUA kini diarahkan menjadi pusat layanan keluarga yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk pembinaan remaja.
“Kami mendorong semua KUA di Indonesia untuk aktif menggandeng sekolah dan komunitas remaja. Dengan kolaborasi ini, KUA hadir lebih dekat, memberi solusi, dan menjadi mitra strategis masyarakat dalam menyiapkan generasi berkualitas,” pungkas Zudi.
An/Mr



