Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Bimas Islam -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tagulandang, Fawzy Moro Lontoh mendorong masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting. Hal itu disampaikan dalam pembinaan di Majelis Taklim Al-Hidayah, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, Kamis, (9/2/2023).
Fawzy menjelaskan, stunting adalah kondisi kekurangan gizi pada anak dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi, sambungnya, akan mengancam pertumbuhan anak dalam melahirkan generasi berkualitas.
"Stunting adalah kurangnya asupan gizi pada anak dalam waktu yang cukup lama, sehingga berpengaruh negatif pada pertumbuhan anak," ungkap Fawzy.
Menurut Fawzy, pencegahan stunting adalah kepentingan bersama. Orang tua berkewajiban untuk menyelamatkan generasi yang akan datang dari kondisi stunting. Selain orang tua, calon pengantin pun turut diedukasi agar dapat mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan tersebut.
"Ini (edukasi bahaya stunting) sangat diperlukan bagi para orang tua dan calon orang tua sebagai upaya pencegahan," terang Fawzy.
Fawzy juga menjelaskan, kondisi stunting dapat diatasi. Ia memberi kiat agar anak terhindar dari kondisi stunting, yaitu mengontrol pola makan, pola asuh, sanitasi, dan akses air bersih.
“Anak harus diberi makanan yang mengandung gizi seimbang sehingga tidak kekurangan asupan gizi, seorang ibu harus membawa anak ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak. Sementara yang dimaksud dengan sanitasi dan akses air bersih adalah membiasakan anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir, serta membiasakan untuk tidak buang air besar sembarangan sejak dini”, tuturnya.
(Penulis: BA/MR)



