Wonosobo, Bimas Islam --- KUA sebagai unit pelaksana teknis Ditjen Bimas Islam Kemenag terus meneguhkan perannya dalam membina masyarakat. Tidak hanya seputar nikah dan asmara, KUA juga memberikan bantuan modal kepada warga.
"Kami baru saja membagikan 5 juta rupiah kepada 5 pedagang kaki lima di sekitar KUA Selomerto. Alhamdulillah, ini yang kedua. Dalam satu tahun kita targetkan 20 orang pada tiap kecamatan," ungkap Kepala KUA Selomerto, Sarif Hidayat di Selomerto, Sabtu (6/8/22).
Sarif menjelaskan, penerima bantuan program ini merupakan keluarga prasakinah. Penerima bantuan mulai dari pedagang jajan, jamu, cimol, dan kelontong.
"Tidak hanya diberi bantuan, KUA juga melakukan pendampingan. Kita bersinergi melibatkan Penyuluh Agama Islam," terangnya.
Hadir, Camat Selomerto, Suratman. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas inovasi KUA bersama Kankemenag Kabupaten Wonosobo yang telah memberikan bantuan modal yang diperoleh dari zakat produktif.
"Terima kasih atas kepedulian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Kabupaten Wonosobo. Ini bukti kerja nyata dalam meningkatkan ekonomi warga," tambah Suratman.
Sebagai informasi, Ditjen Bimas Islam Kemenag melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf juga menginisiasi sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain Inkubasi Wakaf Produktif senilai 100 juta untuk setiap nazir (pengelola wakaf), ada pula Kampung Zakat dan KUA Percontohan Ekonomi Umat.
Program KUA Percontohan Ekonomi Umat sudah dilaksanakan di 11 provinsi pada 2021 dengan jumlah penerim 110 orang. Sedangkan pada 2022, program ini dilaksanakan di 25 provinsi dengan penerima manfaat 250 orang. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan usaha senilai 10 juta rupiah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



