Jakarta, Bimas Islam --- Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Akmal Salim Ruhana mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Akmal saat mengisi Kuliah Tujuh Menit (Kultum) sebagai rangkaian dari acara Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di Jak TV, Senin (18/4/2022).
"Bersyukur kita kepada Allah yang memberi banyak sekali nikmat kepada kita, termasuk salah satunya nikmat kerukunan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia," ujar Akmal pada Kultum bertajuk 'Mensyukuri Nikmat Persatuan'.
Dia mengatakan, tidak banyak orang yang menyadari bahwa nikmat kerukunan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang wajib disyukuri layaknya nikmat-nikmat yang lain. Terwujudnya kerukunan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah.
"Ibarat nikmat sehat, sebanyak apa pun harta benda, makanan dan minuman yang enak, tidak akan bisa dinikmati ketika kita dalam keadaan sakit. Demikian halnya sumber daya alam yang melimpah dan begitu indah, tidak akan bisa kita nikmati kalau kita tidak rukun dan bersatu," ujar Akmal.
Bangsa Indonesia, kata Akmal, merupakan bangsa yang memiliki keragaman suku, agama, bahasa, dan ras.
"Sungguh menjadi gambaran kemajemukan sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 13. Dalam ayat tersebut Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan membuat kerukunan," jelasnya.
"Dari ayat tersebut, kita dapat memetik hikmah bahwa Allah sedang menegaskan adanya sebuah kemajemukan dalam satu sisi, kemudian pada sisi yang lain, Allah ingin manusia saling mengenal di dalam kemajemukan itu agar saling memahami satu sama lain, dengan kata lain bersama dalam keberagaman," imbuhnya.
Menurut Akmal, keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia bisa memiliki dua sisi. Pertama, sebagai sebuah kekayaan. Dan yang kedua bisa menjadi pemicu munculnya konflik akibat dari kepentingan dan mengedepankan ego masing-masing.
"Karenanya kita patut bersyukur kondisi dan keberagaman bangsa Indonesia menjadi mozaik yang sangat indah dan saling menguatkan. Kita patut bersyukur potret keberagaman di Indonesia dalam kondisi baik. Dan pada tahun ini, indeks kerukunan kita berada pada angka 72,39," katanya.
Tidak hanya secara angka, lanjut Akmal, kerukunan di Indonesia juga dipandang dari sisi kualitatif. "Gotong royong, bahu membahu saling membantu antarsesama dapat kita lihat dalam dinamika kehidupan sosial kita," kataya.
Akmal menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan sebagai wujud syukur. Pertama, menerima keragaman sebagai sunnatullah. Kedua, hendaknya memperluas pergaulan sehingga menjadi saling mengenal satu sama lain. Dan, ketiga, saling berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain.
"Sudah sepantasnya kita bersyukur, sudah sepantasnya kita melakukan upaya-upaya menjalin kerukunan dan persatuan dengan yang lain sehingga semoga Allah meridai setiap langkah kita. Mudah-mudahan Indonesia selalu damai dan tenteram," tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



