Jakarta, Bimas Islam – Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify mengunjungi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia. Kedatangan Sheikh Ahmad Al-Hudhaify pada Selasa, (8/10/24) itu disambut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Marsudi Syuhud bersama sejumlah ulama dan tokoh agama lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Syekh Ahmad memaparkan konsep toleransi beragama yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dikatakannya, Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat untuk seluruh alam, bagi manusia, hewan, dan semua ciptaan-Nya.
“Dalam Al-Quran surah Al-Anbiya ayat 107, Allah mengatakan tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ungkap Syekh Ahmad.
Dijelaskannya, kata alam mencakup segala sesuatu selain Allah SWT, yaitu manusia, jin, dan semua makhluk-Nya.
“Oleh karena itu, tugas para ulama dalam menyebarkan risalah penuh kasih dan rahmat, yang mencakup kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan, adalah menjalankan ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Islam adalah agama yang menolak kekerasan, ekstremisme, dan ketidakadilan,” paparnya.
Syekh Ahmad menambahkan, pesan damai yang didakwahkan Rasulullah SAW juga menggabungkan ilmu dan rahmat, menjadikan rahmat sebagai penuntun dalam ilmu. “Rahmat adalah dasar dari hidayah. Inilah prinsip kenabian dan prinsip Ilahi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Syekh Ahmad, Allah juga telah menekankan tanggung jawab para ulama untuk menjelaskan dan tidak menyembunyikan ilmu. Ia merujuk Al-Quran Surah Ali Imran ayat 187. "Ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, (yaitu) hendaklah kamu menerangkannya kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” papar Syekh Ahmad.
Lebih lanjut Syekh Ahmad juga mengapresiasi kerukunan dan keragaman agama di Indonesia yang hidup berdampingan dengan damai dan harmonis. "Oleh karena itu, tugas para ulama untuk terus menyebarkan risalah penuh kasih dan rahmat, yang mencakup, keadilan, dan kemanusiaan, adalah menjalankan ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Wahai orang-orang yang mulia, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan luhur ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kiai Marsudi menyambut baik kunjungan Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Ahmad al-Hufadhaify, menurutnya, kunjungan itu merupakan agenda silaturahmi untuk saling menguatkan persaudaraan antar umat Islam antara Indonesia dan juga Arab Saudi.
“Kunjungan hari ini intinya agar kita punya konektivitas, bisa saling menyambung satu sama lain, antara umat Islam di Indonesia yang diwakili oleh MUI dan juga antara umat Islam di Saudi yang diwakili oleh Imam Masjid Nabawi dan juga duta besarnya,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Kiai Abdullah Jaidi, Kepala Subdit Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ali Sibromalisi, serta Analis Kebijakan Ahli Muda pada Subdit Kemitraan Umat Islam, Faiz Fayadl.
An/Mr



