Ternate, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam melalui program Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI, melaksanakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Kebijakan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, yang bertempat Hotel Grand Dafam Kota Ternate, Selasa (18/11).
Pelaksanaan kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara ini, merupakan sasaran keempat dari wilayah program Sosialisasi Kebijakan Bidang Urais Binsyar, setelah sebelumnya berturut-turut dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.
Dalam forum tersebut mantan Irwil IV Itjen Kementerian Agama RI ini menegaskan keutamaan garis koordinasi dan sinergi yang harus terbangun antar struktur di Bidang Urais Binsyar, tak terkecuali di lingkup provinsi Maluku Utara. “Melalui kegiatan sosialisasi ini kami ingin terus menguatkan pola dan sistem koordinasi struktur Bidang Urais Binsyar antara pusat dan daerah, apalagi saat ini baru saja lahir Peraturan Menteri Agama (PMA) terbaru yaitu nomor 19 Tahun 2019 tentang Ortaker Instansi Vertikal Kementerian Agama, karenanya kegiatan ini menjadi sangat penting guna mendukung tercipta efektifitas layanan bagi masyarakat”, ungkap Agus Salim.
Dalam laporannya ketua panitia Fathurrazi turut pula menyampaikan beberapa tujuan program yang utamanya berfokus pada penguatan sistem dan mekanisme layanan di Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.
“Ada sedikitnya tiga hal yang ingin dicapai melalui program ini, yaitu penguatan pola dan sistem koordinasi Bidang Urais Binsyar, yaitu sarana komunikasi dan diskusi peningkatan tata kelola yang layanan keagamaan” ungkap Fathurrozi.
Konsep sosialisasi yang menghadirkan secara bergilir masing-masing pejabat esselon III di lingkungan Direktorat Urais Binsyar ini dengan detail dan gamblang menjelaskan tugas dan fungsi layanan baik yang berlangsung di pusat hingga daerah.
Diantara pembahasan yang disampaikan oleh masing-masing Narasumber itu antara lain tentang program hisab rukyat dan syariah, teknis manajemen dan pemberdayaan kemasjidan, pembinaan paham keagamaan Islam dan metode penyelesaian konflik, hingga penguatan layanan Kepustakaan Islam sebagai Pusat Literasi Keagamaan.
Hadir dalam kegiatan ini, 50 orang peserta, terdiri atas Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota Se Provinsi Maluku Utara, Kasi di lingkungan Kanwil Prov. Malut, Perwakilan Ormas Islam, NU, Aisiyah, BKMT, Muhammadiyah, pejabat esselon III dan IV, serta staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



